PDRB DIY 2014 Diperkirakan Capai Rp27,130 Triliun

Tas anyaman enceng gondok kualitas ekspor. (Foto: Grosir Tas Nyaman Jogja)
Tas anyaman enceng gondok kualitas ekspor. (Foto: Grosir Tas Nyaman Jogja)

Kota Jogja, JOGJADAILY ** Berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Anggaran 2014, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY pada 2015 diperkirakan mengalami peningkatan, berkisar antara Rp27,130 triliun sampai Rp27,459 triliun.

Sementara pada 2014 diperkirakan mengalami kenaikan terus-menerus dengan kisaran proyeksi PRDB pada 2013 dan 2014 adalah Rp24,444 triliun sampai Rp24,600 triliun dan Rp25,740 triliun sampai Rp25,978 triliun.

Proyeksi tersebut menggunakan perkiraan pertumbuhan ekonomi DIY 2013 sebesar 5,10-5,30 persen. Sedangkan pada 2014 perekonomian DIY diproyeksikan mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, berkisar antara 5,3-5,6 persen, sebagai hasil aktivitas masyarakat dalam menyambut perhelatan politik 2014.

Pada 2015, tingkat pertumbuhan ekonomi diperkirakan mengalami sedikit peningkatan sampai pada kisaran 5,4-5,7 persen. Peningkatan pertumbuhan ekonomi lebih disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran, hingga kisaran 5,42 persen dengan nilai PDRB sampai pada nilai Rp5.792.260 juta.

Hal tersebut terjadi, khususnya karena pengaruh subsektor perhotelan, di mana hotel-hotel yang saat ini baru mulai beroperasi akan mempunyai umur paling produktif tiga sampai lima tahun pada 2015.

Proyeksi Struktur PDRB 2015

Sektor jasa pendidikan, pariwisata, dan budaya masih menjadi tumpuan perekonomian DIY. Sementara pola struktur PDRB DIY pada 2011 dan 2012 diproyeksikan terus berlanjut di tahun 2013-2015. Kegiatan ekonomi di sektor tersebut menyebabkan permintaan di sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang semakin tinggi.

Sementara itu, sektor perdagangan DIY pada beberapa tahun mendatang didorong kuat oleh perdagangan internasional dengan kegiatan ekspor dan impor.

Bersumber dari draf Penyusunan Makro Ekonomi DIY Tahun 2012-2018, proyeksi kontribusi PDRB menurut lapangan usaha tahun 2013-2015 ditandai naiknya indeks PDRB dari sektor jasa, yakni pada 2015 sebesar 17, 07.

Angka tersebut disusul meningkatnya angka dari sektor perdagangan, hotel, dan restoran, yakni sebesar 21,35. Sementara pada sektor listrik, gas, dan air bersih, nilainya tetap di angka 0,91.

Proyeksi Angkatan Kerja 2015

Jumlah angkatan kerja DIY selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, mengingat proporsi jumlah orang yang produkfif lebih besar dibandingkan dengan kelompok umur lain.

Pertumbuhannya dari 1.872.912 orang pada 2011 menjadi sekitar 1.935.398 di tahun 2012. Jumlah orang yang bekerja senantiasa mengalami kenaikan dari 1.797.595 orang di tahun 2011 dan sekitar 1.881.545 orang di tahun 2012. Sementara itu, pengangguran terbuka mengalami kenaikan pada 2012 dibandingkan tahun sebelumnya.

Proyeksi jumlah angkatan kerja di periode 2013-2015 menunjukkan kecenderungan untuk menurun dari 1.944.215 orang di tahun 2013 menjadi 1.916.398 orang di tahun 2015. Penurunan itu diikuti penurunan jumlah orang yang bekerja dan pengangguran terbuka. Orang yang bekerja, turun dari 1.827.406 orang di tahun 2013 menjadi 1.811.608 orang di tahun 2015. Sementara itu, pengangguran turun dari 103.196 orang di tahun 2013 menjadi 98.586 di tahun 2015.

Pada 2015, pengangguran diperkirakan turun dengan persentase lebih besar dari tahun sebelumnya, yaitu mencapai angka 8 persen. Optimisme ini muncul karena kegiatan investasi dan ekonomi secara makro mulai berjalan.

Investasi besar berupa pembangunan bandara dan fasilitas di sekitarnya diasumsikan menyerap banyak tenaga kerja lokal, dari semua jenjang pendidikan. Selain itu, komitmen pemerintah pusat menjaga stabilitas makroekonomi dengan menekan inflasi dapat berjalan sesuai target.