Program Aupair, Cara Baru Atasi Pengangguran

Aupair Indonesia berfoto bersama di negara tujuan, Jerman. (Foto: Setia1Heri.com)
Aupair Indonesia berfoto bersama di negara tujuan, Jerman. (Foto: Setia1Heri.com)

Kota Jogja, JOGJADAILY ** Jika Anda memiliki impian kuliah di luar negeri dengan biaya terjangkau. Aupair adalah salah satu program yang akan membantu Anda mewujudkan mimpi tersebut.

Aupair adalah istilah yang awalnya berasal dari kosakata berbahasa Prancis, yakni au pair yang artinya balas jasa. Aupair dapat dipahami sebagai seseorang yang tinggal dikeluarga asuh (host family) negara asing, membantu pekerjaan rumah tangga keluarga asuh seperti mengasuh anak-anak asuhnya serta melakukan tugas rumah tangga, sementara dari pihak keluarga asuh akan memberikan balas jasa uang atau membiayai kuliah seorang aupair.

Aupair berbeda dengan pembantu atau pengasuh balita, karena aupair masuk dalam anggota keluarga. Aupair juga diperlakukan sama dengan anggota keluarga yang lain, termasuk diberikan kesempatan penuh untuk belajar atau melanjutkan kuliah di negara tujuan tersebut.

Program Aupair sejatinya adalah sebuah program pertukaran kebudayaan yang memberikan kesempatan bagi para pemuda untuk dapat menggali pengalaman. Menjadi aupair tidak selalu bertujuan melanjutkan kuliah. Ada beberapa aupair dari Indonesia yang sekadar melatih kemandirian, mempelajari budaya dan bahasa asing. Aupair lebih menitikberatkan pada asas balas budi, sehingga program aupair dinilai sangat cocok untuk membangun kemandirian pemuda Indonesia.

Adapun tugas yang harus diemban seorang aupair adalah bertanggung jawab menjaga dan mengasuh anak-anak dari host family yang dituju aupair. Namun, terkait masalah tugas aupair ini tidak baku. Artinya, penugasan tergantung kondisi host family dan apa yang dibutuhkanya. Apabila host family yang dituju tidak memiliki anak yang harus diasuh maka aupair berkewajiban mengerjakan tugas rumah tangga yang ringan.

Meski demikian, tugas ini tidak layaknya tugas yang dikerjakan pembantu rumah tangga. Pembantu rumah tangga mengerjakan pekerjaan rumah secara menyeluruh dan dalam waktu yang penuh, sementara aupair bekerja hanya hitungan jam saja. Dan host family memberikan waktu kepada aupair untuk belajar hingga rekreasi.

Jerman, Favorit Aupair

Jerman adalah salah satu negara yang paling diminati dari program Aupair ini. Sebut saja Paradiscoco Pakpahan, salah satu pemuda Indonesia yang pernah menginjakkan kaki di Jerman melalui program Aupair.

Ia mengaku tertarik dengan program aupair ini setelah melakukan penyelusuran di internet, bahkan ia masih terhubung dengan keluarga asuh yang pernah menerimanya selama menjadi aupair di Jerman.

“Saya mencari-cari informasi di internet tentang program Aupair ini. Lalu akhirnya melamar dan diterima. Orangtua dari anak yang saya asuh juga sudah bertukar kontak dengan saya lewat chatting di internet,“ Jelas Paradiscoco.

Hal yang sama juga dialami Mila. Ia mahasiswa tingkat akhir yang memutuskan untuk menjadi aupair di Jerman. Mila merasa puas selama menjadi aupair di sana. Segala kebutuhan hidup telah menjadi tanggungan keluarga asuh.

“Pihak keluarga asuh harus menyediakan tempat tinggal tentunya, terus mereka harus membayar uang saku per bulan dan harus membayar asuransi kesehatan,” ungkap Mila.

Alternatif Mengatasi Pengangguran

Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data terbaru mengenai kondisi tenaga kerja di Indonesia. Angkatan kerja Indonesia per Februari 2014 mencapai 125,32 juta orang. Angka ini meningkat jika dibandingkan angkatan kerja Februari 2013 yang hanya 123,64 juta orang.

Menurut laporan tren global ketenagakerjaan dari organisasi perburuhan internasional atau International Labour Organization (ILO), duapertiga dari orang muda di negara berkembang saat ini masih menganggur atau terjebak dalam pekerjaan yang berkualitas rendah.

Enam dari sepuluh negara yang telah di survei mengungkapkan bahwa lebih dari 60 persen pemuda saat ini masih menganggur atau ada yang sudah bekerja tetapi masih berkualitas rendah.

Melihat fakta pengangguran di Indonesia yang masih didominasi usia produktif atau pemuda maka layak memposisikan program Aupair sebagai tren baru mengatasi persoalan pengangguran Indonesia.

Meski hanya memakan waktu satu tahun, Aupair sangat bermanfaat, karena memberikan bekal melanjutkan bekerja di Indonesia dengan segudang pengalaman yang telah di peroleh dari negara yang dituju.