Syiar dan Wisata Religi Jogja di Kampung Ramadhan Jogokaryan

Kampung Ramadhan Jogokaryan. (Foto: Marlina Giyanto)
Kampung Ramadhan Jogokaryan. (Foto: Marlina Giyanto)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Kota Jogja seperti tidak pernah kehilangan cara untuk terus menyuguhkan produk wisata, meski banyak kalangan memprediksi, jumlah wisatawan asing yang berkunjung akan berkurang pada Ramadhan tahun ini.

Namun, bukan Yogyakarta apabila tidak mampu menyeka habis prediksi tersebut. Justru pada bulan suci Ramadhan inilah, melalui kampung Ramadhan Jogokaryan, Kota Gudeg serasa ingin memamerkan aset wisata religi yang diyakini mampu menggaet perhatian, baik turis lokal maupun asing.

Sebut saja Willian, wisatawan asing asal Australia. Ia mengaku tertarik mengunjungi Jogja lantaran penasaran dengan kampung Ramadhan jogokaryan.

I am interested to go jogokaryan, very unique,” katanya pada JogjaDaily, Senin (30/6/2014).

Jogokaryan sejatinya hanyalah sebuah tempat dan nama jalan di wilayah selatan Kota Yogyakarta. Letaknya tidak jauh dari Jalan Parangtritis kilometer dua.

Pada bulan suci Ramadhan, sepanjang Jalan Jogokaryan ini berubah menjadi wahana kegiatan perdagangan warga Yogyakarta. Pada momentum Ramadhan, di sana dipenuhi para pedagang. Semua menjajakan dagangan terbaiknya, mulai kuliner, buku, perlengkapan shalat, hingga pernak-pernik Ramadhan lain.

Kampung Ramadhan Jogokaryan tidak berhenti pada pasar yang menghias di sepanjang jalan. Lebih dari itu, kampung ini juga menyuguhkan agenda-agenda religi yang akan terus berlangsung selama Ramadhan.

Adapun agenda yang disuguhkan Kampung Ramadhan Jogokaryan dikemas dengan nama unik. Misalnya, Kolag (Kajian Obrolan dan Lagu), Kicak (Kajian Kocak), Ramadhan Gerr, bedah buku, dan masih banyak agenda menarik lain.

Kegiatan Kampung Ramadhan tahun ini ditandai dengan pembukaan pasar sore oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Imam Priyono, pada Minggu (29/6/2014).

Antusiasme Warga

Dari pantauan JOGJADAILY, pada hari kedua Ramadhan, sudah terlihat antusias masyarakat yang mengunjungi Kampung Ramadhan Jogokaryan. Salah satu wujud ketertarikan warga terbukti dari meningkatnya jumlah pengunjung akun resmi facebook Masjid Jogokaryan.

Sri Vita, salah satu pengunjung, mengaku puas setelah menjajal wisata kuliner Pasar Sore Kampung Ramadhan Jogokaryan.

“Alhamdulillah. Belanja di Pasar Sore Jogokaryan. Ada kepuasan batin,” Tulis Sri Vita pada dinding akun resmi facebook Masjid Jogokaryan.

Kampung Ramadhan Jogokaryan tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Masjid Jogokaryan, satu-satunya pihak yang menjadi motor penggerak kegiatan. Jajaran Ketakmiran masjid adalah tonggak munculnya gagasan wisata religi tersebut.

Dalam keterangan pers seusai pembukaan Pasar Sore Jogokaryan, Takmir Masjid Jogokaryan, Muhammad Jazir mengatakan, kegiatan Kampung Ramadhan diharapkan menjadi penggerak daya tarik wisata religi bagi Kampung Jogokaryan.

Jajaran Takmir sekaligus pengurus terselenggaranya kegiatan Kampung Ramadhan telah mempersiapkan berbagai variasi kegiatan untuk menumbuhkan syiar, sekaligus memacu kegiatan wisata di wilayah Jogja.

Pemberdayaan Ekonomi Warga

Aktivitas Kampung Ramadhan jelas membawa dampak perekonomian bagi warga setempat. Keberadaan Pasar Sore disinyalir menjadi aktivitas perputaran uang yang cukup menjanjikan di Bulan Ramadhan.

Bahkan Jumlah pedagang di Pasar Sore Kampung Ramadhan dikatakan terus mengalami peningkatan. Menurut Sholeh, salah satu pedagang makanan di Kampung Ramadhan Jogokaryan, banyaknya jumlah pengunjung terus bertambah seiring berjalannya bulan Ramadhan.

Ia menuturkan, pad akhir Bulan Ramadhan, kondisi Pasar Sore Kampung Jogokaryan semakin dipadati pengunjung, sehingga masih banyak peluang bagi yang ingin mengais rezeki di sana.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Imam Proyono, percaya, keberadaan Kampung Ramadhan Jogokaryan dapat meningkatkan kondisi ekonomi warga sekitar. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu bukti, kegiatan masjid dapat diselaraskan dengan kegiatan perekonomian warga, sehingga keberadaan masjid dan roda perkonomian akan saling menguntungkan.