Tas Enceng Gondok, Kerajinan Tangan Khas Jogja dengan Tekstur Serat Natural

Tas enceng gondok Jogja. (Foto: Tas Nyaman Jogja Blogspot)
Tas enceng gondok Jogja. (Foto: Tas Nyaman Jogja Blogspot)

Kulonprogo, JOGJADAILY ** Enceng gondok adalah salah satu jenis tanaman mengapung. Tanaman berakar serabut ini biasa dijumpai di rawa, sungai, hingga danau. Oleh sebagian orang, tanaman bernama latin Eichhornia Crassipes ini, dipandang sebagai hama. Tidak jarang sebagian orang memandang sebelah mata enceng gondok lantaran mengganggu tanaman dan kualitas air.

Namun hal itu tidak berlaku bagi para pengrajin tas anyaman di Jogja. Mereka menganggap enceng gondok sebagai bahan dasar yang bagus untuk membuat produk kerajinan, termasuk tas. Dari kejelian tangan merekalah kini tanaman enceng gondok mulai diminati.

Tanaman enceng gondok tergolong tanaman yang mudah berkembang biak. Dalam kondisi air apa pun, tanaman ini mampu beradaptasi dengan baik. Termasuk di wilayah DIY, tanaman ini mulai memenuhi area perairan yang ada. Karena pertumbuhanya yang begitu pesat, tidak jarang penduduk sekitar perairan membalak tanaman ini, dikhawatirkan menjadi faktor tumbuhnya penyakit.

Dari kondisi inilah para pengrajin di Jogja memutar otak untuk memanfaatkan tumbuhan tersebut. Salah satunya adalah Nyonya Sumpeno, seorang wirausahawati asal Desa XII, Krembangan, Panjatan, Kulonprogo, Yogyakarta ini menyulap enceng gondok menjadi kerajinan yang bernilai rupiah.

Di tangan Nyonya Sumpeno, enceng gondok digubah menjadi tas unik dan menarik. Model-model tas enceng bermacam-macam menurut tren, dari handbag kecil hingga shopping bag. Bahkan dari usahanya memproduksi tas berbahan enceng gondok, Nyonya Sumpeno kini mampu mempekerjakan 50 orang tenaga kerja.

Dalam kondisi stabil, Nyonya Sumpeno mampu memproduksi 50 tas per hari. Menurutnya, kemampuan produksi tas miliknya telah menjangkau sekira 1.000 hingga 2.000 buah tas, dan bila dinominalkan sekitar Rp25 juta. Selain sekitar Yogyakarta, tas enceng gondok dipasarkan juga ke luar daerah, seperti Jakarta dan Bali.

Banyak varian tas berbahan tanaman air ini. Anda dapat menemukanya di Pasar Beringharjo Jogja dengan harga yang cukup murah. Hanya dengan Rp25 ribu, Anda dapat membawa pulang tas unik ini.

Tas berbahan dasar enceng gondok kini menjadi salah satu jenis tas yang paling diminati di Jogja. Selain faktor harga yang relatif murah, kualitas tas enceng gondok tidak kalah dengan produksi tas luar negeri. Bahannya yang berupa serat kuat, mampu bertahan dalam waktu lama. Bahkan tas ini mampu memberikan nuansa natural, layaknya tas berbahan kulit ular yang tengah menjadi tren.

Diminati Wisatawan Asing

Prospek gemilang tas berbahan enceng gondok ternyata sudah sampai ke luar negeri. Tidak sedikit para pengusaha asing yang mulai melirik usaha tas ini. Dia adalah Merry Maryati, Atase Perdagangan KBRI London.

Merry mengaku puas dan tertarik degan tas enceng gondok. Pihaknya mengaku, ada beberapa pihak di Inggris yang bersedia menjadi mitra usaha para pengrajin tas enceng gondok.

“KBRI London memfasilitasi UKM Indonesia mempromosikan produk pada pameran Autumn Fair International yang digelar di National Exhibition Centre (NEC),” tutur Merry.

Senada dengan itu, menurut Nyonya Sumpeno tas-tas yang diproduksi dari para pengrajin asal Godean kini tengah menembus pasar asing. Tidak sedikit hasil karya para pengrajin Godean yang telah diekspor ke luar negeri, seperti Jepang, Italia, dan Amerika.

Bahkan di pasar domestik, seperti Pasar Beringharjo, tidak jarang para wisatawan asing membeli tas berbahan enceng gondok. Ketertarikan para wisatawan asing terukur dari jumlah penjualan tas. Sekian tas yang dijajakan di Pasar Beringharjo, mayoritas dibeli wisatawan asing.

Agus, salah satu pedagang tas enceng gondok di Pasar Beringharjo mengatakan, banyak wisatawan asing yang tertarik dengan tas ini. Agus mengaku, para wisatawan asing lebih tertarik dengan tas berwarna dasar asli, atau tanpa pewarnaan. Dengan mengedepankan tekstur seratnya, tas jenis ini dinilai memiliki nilai naturalitas. Para wisatawan asing sangat tertarik dengan produk-produk kerajinan yang mempunyai sisi natural.

Tas enceng hingga kini masih menjadi produk kerajinan andalan di Pasar Beringharjo. Masih banyak para wisatawan yang meminatinya.

Mulai kalangan pelajar hingga para ibu gemar memakai tas berbahan tanaman air ini. Jika Anda tertarik, silakan mencoba produk asli Jogja ini. Banyak jenis tas yang ditawarkan, antara lain tas enceng pita mini kayu dan tali, tas ransel enceng mini, tas enceng compo kayu, tas enceng kipas, tas enceng kayu sulam compo.