DIY Berpeluang Menjadi Sentra Perikanan

Nelayan DIY. (Foto:TPI)
Nelayan DIY. (Foto:TPI)

Kota Jogja, JOGJADAILY ** Pakar Perikanan Universitas Gadjah Mada, Rustadi, berpendapat bahwa DIY memiliki potensi kelautan yang dapat dikembangkan. Perikanan adalah salah satu lahan yang paling potensial untuk dikembangkan. DIY memiliki wilayah perikanan yang cukup banyak, laut, sungai dan darat. Dengan modal itulah Rustadi berharap DIY menjadi sentra perikanan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY harus lebih berperan dalam mengembangkan potensi perikanan ini.

“DIY memiliki wilayah perikanan yang luas, dengan modal itu DIY sangat potensial untuk dijadikan sentra benih perikanan darat dan laut,” Papar Rustadi. Rencana pengembangan perikanan DIY sebelumnya telah direspon oleh Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X pernah mengatakan visi misi keistimewaan Yogyakarta adalah Among Tani Dagang Layar.

Menurut Rustadi wilayah pesisir laut selatan DIY dapat dimanfaatkan untuk basis perikanan. Pelabuhan Sadeng Wonosari dan Pelabuhan Adikarto di Kulon Progo adalah dua daerah yang layak dijadikan sentra bisnis perikanan daerah. Sementara Depok, Pantai Kuwari Bantul, Baron dan Glagah Kulon Progo tetap akan dikembangkan sebagai basis pasar ikan konsumsi hidup.

Langkah optimalisasi bisnis perikanan daerah pesisir laut selatan DIY akan terus berkembang menjadi lahan garap paling potensial. Menurut Rustadi, jumlah masyarakat kelas menengah di DIY terus meningkat. Sementara jumlah tangkapan ikan hingga saat ini belum mampu mencukupi kebutuhan. Dengan kondisi tersebut menjadikan peluang bisnis dan pasar ikan semakin terbuka lebar untuk masyarakat DIY.

Pemprov DIY Kembangkan SDM Nelayan

Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Suwarman partosuwiryo mengatakan persaingan pasar ikan akan semakin sengit dengan dibukanya pasar bebas ASEAN 2015 mendatang. Untuk menghadapi hal itu, Pemprov DIY terus melakukan persiapan, diantaranya adalah meningkatkan kemampuan nelayan DIY.

Hingga saat ini Pemprov DIY melalui DKP telah melakukan penyuluhan dan pendampingan terhadap sejumlah Nelayan yang tersebar di beberapa wilayah di DIY. Selain penyuluhan, DKP juga mengadakan beberapa pelatihan, Yakni pelatihan ahli nautika kapal penangkap ikan (ankapin), navigasi, praktik magang, dan pengelolaan pascapenangkapan ikan.

Menurut Suwarman pelatihan dan pendampingan tersebut akan meningkatkan daya saing produksi usaha skala kecil. Dengan Program pengembangan SDM Nelayan ini diharapkan kualitas dan jumlah hasil tangkapan ikan bertambah. Selain meningkatkan kemampuan SDM Nelayan, DKP juga akan terus mengembangkan Infrastruktur Perikanan, seperti pengadaan Kapal.