Isu Maritim Menguat, DIY Perlu Jajaki Kerja Sama dengan Maluku Utara

Kapal pesiar turut meramaikan Sail Morotai 2012. (Foto: Universitas Brawijaya)
Kapal pesiar turut meramaikan Sail Morotai 2012. (Foto: Universitas Brawijaya)

Godean, JOGJADAILY ** Presiden terpilih, Joko Widodo, mengembuskan isu Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Isu ini merepresentasi visi besar kemaritiman, lantaran duapertiga wilayah NKRI adalah lautan. Bukan tanpa alasan bila kemudian banyak pihak berbondong-bondong memproyeksikan Indonesia Timur sebagai lahan garap baru yang potensial.

“Jokowi memiliki komitmen besar dalam penyejahteraan rakyat Indonesia dari sektor maritim. Seperti diketahui, Indonesia Timur memiliki potensi luar biasa besar yang dapat dijadikan tumpuan. Misalnya, Provinsi Maluku Utara,” ujar Direktur Pandiva Strategics Jogja, Danang Munandar, Selasa (19/8/2014).

Menurut Danang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY dapat melakukan kerja sama dengan Pemprov Maluku Utara, misalnya dalam pengembangan pariwisata. DIY dan Maluku utara memiliki modal pariwisata yang potensial. Apabila hal ini dapat dijalankan dengan baik, niscaya akan menguntungkan kedua belah pihak. Pihaknya juga yakin, kerja sama antara Pemprov DIY dan Pemprov Maluku Utara dapat terealisasi, karena ada kesamaan corak dan kultur pemerintahan.

“Sistem pemerintahan kesultanan masih berjalan di DIY, begitu juga di Maluku Utara masih melestarikan dan menggunakan sistem pemerintahan kesultanan. Dengan modal karakter pemerintahan yang sama ini, saya yakin pola kerja sama akan berjalan dengan mudah,” jelas Danang.

Pemerintah Pusat Kembangkan Sektor Maritim Maluku Utara

Beberapa waktu lalu, Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan pentingnya pengembangan sektor maritim Indonesia termasuk Maluku Utara yang dinilainya memiliki potensi terbesar. Menurut Dahlan, potensi maritim Indonesia ada di Maluku Utara. Banyak daerah yang dapat dikembangkan di sana, antara lain Bacan, Ternate dan Ambon.

Sementara itu, kini UGM tengah menjalin kerja sama dengan pihak Selandia Baru untuk melakukan penelitian bertajuk pemberdayaan ekonomi di pesisir laut Maluku Utara.

“Penelitian ini nantinya ditujukan untuk mengembangkan perekonomian beberapa daerah di Maluku Utara. Salah satunya adalah pengembangan budidaya rumput laut di Nusa Tenggara Timur dan daerah Morotai,” ujar Rektor UGM, Pratikno.