Masyarakat Jogja Songsong Komunitas ASEAN 2015

Seminar Nasional Komunitas ASEAN 2015. (Foto: Fisipol UGM)
Seminar Nasional Komunitas ASEAN 2015. (Foto: Fisipol UGM)

Kota Jogja, JOGJADAILY ** ASEAN Community atau Komunitas ASEAN 2015 sebentar lagi akan tiba. Bagaimana Yogyakarta berkontribusi pada era regional tersebut?

“Kerja sama ASEAN memegang peran kunci dalam pelaksanaan kerja sama Internasional Indonesia, karena merupakan lingkaran konsentris terdekat di kawasan Asia Tenggara, dan menjadi pilar utama pelaksanaan politik luar negeri Indonesia,” ujar Kepala Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Sigit Haryanta.

Ia menjelaskan, selama lebih dari empat dasawarsa, telah banyak capaian yang diraih ASEAN. Misal yang dapat diketengahkan adalah terciptanya perdamaian dan stabilitas kawasan, sehingga pembangunan, khususnya di Indonesia, dapat terus dilaksanakan dan pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN juga terus mengalami peningkatan.

“Sampai dengan saat ini, ASEAN telah banyak mengalami perubahan dan perkembangan positif yang signifikan. Di mana kerja sama ASEAN tengah menuju pada tahapan baru yang lebih integratif dan berwawasan ke depan, yakni melalaui pembentukan ASEAN Community atau Komunitas ASEAN 2015,” papar Sigit.

Menurutnya, seluruh Negara ASEAN tengah mempersiapkan diri dalam menyongsong Komunitas ASEAN 2015 tersebut, tak terkecuali Indonesia.

“Namun yang menjadi pertanyaan besar kita adalah sudah sejauh mana kesiapan Indonesia dalam menghadapi Komunitas ASEAN 2015 nanti? Hal inilah yang perlu kita renungkan dan harus segera kita cari jalan keluarnya. Sehingga pada tahun 2015 nanti, bangsa Indonesia telah benar-benar siap dan dapat mengambil peluang dalam menghadapi komunitas ASEAN,” katanya.

Peran Kampus

Sementara itu, bertempat di Sheraton Mustika Hotel, Kamis (18/9/2014), Pusat Studi ASEAN UGM menghelat acara seminar nasional bertajuk ‘Upaya Pemanfaatan Komunitas ASEAN 2015 bagi Kemajuan Daerah’

Acara diselenggarakan selama empat jam, mulai dari pukul 08.00 hingga 12.00. Peserta yang hadir tidak kurang dari 70 orang dan bersifat umum, sehingga bukan hanya sivitas UGM melainkan universitas lain maupun pihak pemerintah daerah DIY juga hadir.

Seminar nasional ini merupakan kerja sama Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Pusat Studi ASEAN Universitas Gadjah Mada.

Acara dibuka Iwan Suyudhie Amri, Sekretaris Dirjend Kerja Sama ASEAN, dilanjutkan sambutan dari M. Najib Asca selaku Wakil Dekan Fisipol.

Setelah coffee break, acara dilanjutkan dengan seminar nasional. Adapun MI. Derry Aman, Direktur Mitra Wicara dan Antar-Kawasan didaulat sebagai moderator, menghadirkan tiga orang pemateri.

Pertama, paparan Duta Besar Eddi Hariyadi, pejabat senior Kementerian Luar Negeri RI sekaligus alumni Fisipol UGM. Kedua, paparan Gabriel Lele selaku dosen senior Jurusan Manajemen Kebijakan Publik Fisipol UGM. Ketiga, paparan dilanjutkan oleh pejabat Pemerintah Provinsi DIY.

Seminar nasional Komunitas ASEAN merupakan wujud komitmen Pusat Studi ASEAN untuk mempersiapkan daerah yang sadar akan isu Komunitas ASEAN 2015, terutama dalam hal mempersiapkan daerah yang responsif dan tanggap.

“Dengan konteks Indonesia dan norma yang dimiliki, saya yakin masyarakat siap akan hadirnya Komunitas ASEAN 2015 nanti,” ungkap Duta Besar Eddi Hariyadi.