Bantul Agro Expo 2014, Merespons Minat Pasar Dunia pada Produk Pertanian Bantul

Pembukaan Bantul Agro Expo 2014. (Foto: Dipertahut Bantul)
Pembukaan Bantul Agro Expo 2014. (Foto: Dipertahut Bantul)

Bantul, JOGJADAILY ** Pameran Bantul Agro Expo Dispertahut 2014, dibuka Bupati Bantul, Sri Suryo Widati, Rabu (22/10/2014), di halaman parkir Kantor Pemkab Bantul II Manding Bantul.

Pameran bertema ‘Dengan Peningkatan Produksi Produktivitas dan Mutu Produksi Pertanian Menuju Kedaulatan Pangan’ tersebut digelar 22 -24 Okt 2014 dan diikuti 25 stand dari 17 kecamatan se-Kabupaten Bantul.

“Kemandirian pangan merupakan hal yang harus diupayakan seluruh negara di dunia. Karena itu merupakan hak asasi setiap manusia. Penduduk Bantul untuk saat ini sudah mencapai jumlah sejuta manusia, dan bisa dibayangkan, berapa kebutuhan pangan yang harus disediakan,” ujar Bupati, seperti dirilis Humas Pemkab Bantul.

Ia menjelaskan, untuk mencukupi kebutuhan tersebut diperlukan pengembangan sektor pertanian. Pemkab Bantul berkomitmen membangun kemandirian pangan, menyejahterakan petani, serta memerangi kemiskinan dan juga kerawanan pangan. Namun, keterbatasan petani dalam sarana dan prasarana, memerlukan teknologi memadai untuk mendapatkan hasil yang semakin baik.

“Pengolahan hasil dan pendistribusian harus dicari jalan bersama untuk meningkatkan nilai tawar. Untuk itu, pengembangan industri yang mendukung pertanian dan infrastruktur perlu segera diwujudkan,” ucap Sri.

Menurutnya, pameran perlu sering diadakan karena dirasa sangat penting untuk menampilkan hasil budidaya dan pertanian Bantul.

“Sebenarnya, kualitas pertanian kita digemari masyarakat dunia. Namun, yang dituntut, bagaimana mempromosikan. Dengan pameran ini, diharapkan juga terjadi transaksi secara langsung, karena bila penjual dan pembeli langsung bertemu akan saling menguntungkan,” tambah Bupati.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kabid Sarana, Prasarana, dan Agribisnis Dispertahut, Joko Waluyo, mengatakan, Bantul Agro Expo 2014 bertujuan mengajak masyarakat Bantul pada umumnya dan petani pada khususnya untuk meningkatkan perhatian dan kesadarannya mengenai pentingnya penanganan masalah pangan, baik lokal maupun nasional.

Pada acara tersebut juga diberikan bantuan alat pertanian kepada kelompok tani berupa hand tractor 51 buah, pompa air 32 buah, transplenter 3 buah, cultivator 2 buah. Khusus mantra tani berupa 17 motor dan lap top untuk 17.

Di samping itu, ada beberapa program lain, di antaranya SRI untuk 50 kelompok, JITUT untuk 37 kelompok, SPLIT untuk 5 kelompok, dan UPPO untuk 6 kelompok. Total biaya yang dialokasikan adalah Rp8 miliar.

2015, Prioritas Wisata dan Lahan Terbuka Hijau

Untuk menarik wisatawan dan investor lebih banyak, pengembangan tempat wisata dan pembangunan LTH (Lahan Terbuka Hijau) menjadi prioritas tataruang kabupaten Bantul pada 2015.

“Tempat wisata merupakan salah satu tujuan orang berkunjung ke Bantul. Untuk itu, Pemkab Bantul selalu melakukan pengembangan di tempat-tempat wisata agar lebih menarik untuk dinikmati,” jelas Asisten Bidang Pemerintahan Bantul, Misbakhul Munir.

Pantai Parangtritis, sambungnya, adalah obyek wisata yang menjadi tujuan utama wisatawan berkunjung ke Bantul. Pengembangan dan perbaikan kawasan Parangtritis menjadi prioritas penataan tataruang.

Selain itu, program penghijauan akan digalakkan dengan pembuatan LTH, penanaman pohon perindang di kompleks perkantoran Pemda Bantul, pembangunan taman kota, serta penanaman pohon di tempat-tempat kawasan Bantul.

“Rencananya tahun 2015 akan dibangun taman kota seluas satu hektar. Taman kota tersebut rencana akan dibuat di selatan Lapangan Paseban, di kompleks kantor Pemda II Manding, juga di beberapa tempat,” ujar Priyanto, pejabat Bappeda Bantul.

Pembangunan tentu saja tidak asal bangun, namun memperhatikan aturan pemanfaatan lahan. Setiap pemanfaatan lahan selalu melibatkan tim pengendali agar penggunaannya tidak salah.