HUT Kota Jogja ke-258, Pemkot Gelar BUKP Expo Jogja 2014

BUKP Expo Jogja 2014. (Foto: Pemkot Yogyakarta)
BUKP Expo Jogja 2014. (Foto: Pemkot Yogyakarta)

Kota Jogja, JOGJADAILY ** Badan Usaha Kredit Perdesaan (BUKP) Expo Jogja 2014 dibuka pada Rabu (1/10/2014) di Galeria Mall lantai satu oleh Sekda Kota Yogyakarta, Titik Sulastri. Pameran digelar hingga 5 Oktober 2014, mengangkat tema ‘Berkarya Bersama Membangun BUKP yang Sehat ‘.

Acara ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogya ke-258. Produk-produk yang menjadi unggulan di antaranya kerajinan daur ulang sampah, batik, perak, dan aksesoris.

Titik Mengatakan, pameran tersebut merupakan wadah promosi produk-produk dari UMKM se-Kota Yogya dan memberikan peluang kerja sama usaha dari berbagai pihak, dan merupakan pangsa pasar bagi masyarakat.

Event ini merupakan salah satu sinyal bahwa UMKM di Kota Yogya masih eksis, karena produknya yang bertumpu pada budaya lokal yang tetap diminati oleh konsumen,” katanya.

Ia mengapresiasi BUKP Kota Yogya yang dengan kesungguhannya mengemban tugas untuk mendorong UMKM agar semakin maju, melalui bentuk kerja sama dan kegiatannya.

Titik menambahkan, pameran membawa pesan kesungguhan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pembinaan UMKM sekaligus ajang promosi mendekatkan pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas.

“Melalui penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat membangun citra positif atas berbagai upaya yang telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun swasta, sekaligus juga dapat menjalin kemitraan antara pemerintah dengan swasta,” paparnya.

Menurut data Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Yogyakarta, jumlah UMKM di Kota Yogyakarta sejumlah 2082. Klasifikasi data adalah kerajinan dan umum, kimia dan bahan bangunan, logam dan elektronika, pengelolaan pangan, sandang dan kulit.

Jelang MEA 2015

Dari data terakhir, diketahui jumlah UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2012 sebanyak 203.995 pengusaha dengan omset mencapai Rp 2.104.334.850, sementara pada 2011 masih berkisar 201.975 pengusaha. Di antaranya terdiri dari 58.363 bergerak di bidang perdagangan, 55.496 di bidang pertanian, 43.976 di bidang aneka jasa, dan 46.160 di bidang pengolahan.

Kepala Seksi Kajian dan Pengembangan UMKM Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta, Sudarmono, mengatakan, jumlah UMKM Yogyakarta akan terus mengalami peningkatan.

“Data valid mengenai keberadaan UMKM tersebut menjadi acuan penerapan kebijakan, misalnya dalam hal pemberian bantuan,” kata Sudarmono.

Pemkot Yogyakarta hingga kini terus melakukan penguatan UMKM menjelang diberlakukanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) pada 2015 mendatang. Terkait hal tersebut, UMKM dituntut untuk mengoptimalkan daya saing pasar domestik, dengan tidak mengesampingkan peluang besar pangsa pasar ASEAN.

“Kesiapan masyarakat bisnis dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN tidak dapat dihindarkan baik secara produk, manajemen hingga modal,” ungkap Sutikno, Kepala Bank Indonesia Kanwil V Jateng-DIY.