Jelang Puncak Hari Pangan Sedunia, Pemkab Sleman Promosikan Produk Organik

Pembukaan Pameran Organik Merapi di Plaza Ambarukmo, 26 September 2014. (Foto: Pemkab Sleman)
Pembukaan Pameran Organik Merapi di Plaza Ambarukmo, 26 September 2014. (Foto: Pemkab Sleman)

Sleman, JOGJADAILY ** Memperingati Hari Pangan Sedunia, Pemkab Sleman mengadakan Pameran Organik Merapi di Plaza Ambarukmo, 26-28 September 2014. Pameran menampilkan aneka produk organik dari Kabupaten Sleman.

Produk tersebut antara lain, beras organik, susu organik, jamur organik, salak organik, dan jenis olahan lain dengan bahan dasar tersebut. Ditampilkan pula jambu organik dalhari. Momen ini sekaligus memberikan dukungan kebangkitan petani lereng Merapi yang tidak hanya sudah mulai beraktivitas dalam sektor pertanian, tetapi lebih jauh lagi telah dapat meningkatkan kualitas produk pertanian berikut olahan produknya.

Dalam event tersebut, akan tampil produk lereng Merapi, baik dari Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Sleman sebagai tuan rumah.

Puncak Hari Pangan Sedunia untuk Kabupaten Sleman akan berlangsung 9 Oktober 2014. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Widi Sutikno.

Menurut Widi, selama ini, yang bisa masuk di mal kebanyakan produk suvenir. Tapi, untuk saat ini, produk makanan organik mulai menembus mal.

Diharapkan masyarakat akan lebih familier dengan produk organik yang ternyata lebih sehat dibanding produk dengan treatment bahan kimia. Diakui memang produk organik relatif lebih mahal dibanding produk dengan bahan kimia, tetapi dari segi kesehatan jauh lebih banyak memberikan keuntungan.

Rumah Tangga Tani Turun 23,70 Persen

Menurut hasil Sensus Pertanian ST2013, usaha pertanian di Kabupaten Sleman didominasi rumah tangga. Hal ini terlihat dari besarnya jumlah rumah tangga usaha pertanian jika dibandingkan perusahaan pertanian berbadan hukum atau pelaku usaha lainnya, yaitu selain rumah tangga dan perusahaan pertanian berbadan hukum.

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Sleman tahun 2013 tercatat sebanyak 110.402 rumah tangga, turun sebesar 23,70 persen dari tahun 2003 yang tercatat sebanyak 144.698 rumah tangga. Sedangkan jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum tahun 2013 tercatat sebanyak 4 perusahaan dan pelaku usaha lainnya sebanyak 22 unit.

Secara kewilayahan, Kecamatan Tempel tercatat sebagai kecamatan dengan jumlah rumah tangga usaha pertanian terbanyak pada tahun 2013, yaitu sebanyak 8.733 rumah tangga pertanian, diikuti Kecamatan Prambanan dan Kecamatan Turi masing-masing 8.499 dan7.718 rumah tangga pertanian.

Pada periode sama, Kecamatan Depok memiliki jumlah rumah tangga paling kecil, yaitu 2.333 rumah tangga dan satu perusahaan berbadan hukum.