Jogja New Harmony, Branding Baru DIY

Logo brand baru DIY. (Foto: Akun Twitter @JogjaToday)
Logo brand baru DIY. (Foto: Akun Twitter @JogjaToday)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Pemda DIY segera memperbarui branding ‘Jogja Never Ending Asia’ menjadi ‘Jogja New Harmony’.

“(Pergantian itu) karena logo menggambarkan Kota Helix yang memberikan image yang khas dan unik bagi Yogyakarta yang berkesesuaian dan akuntabel,” ujar Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Rabu (29/10/2014).

Menurutnya, penggantian branding ‘Jogja Never ending Asia’ dengan branding baru dapat memberikan kontribusi pemikiran alternatif. Tujuannya agar bisa dikembangkan dalam bentuk grafis yang pas, sesuai karakteristik warga Yogyakarta.

“Yang terpenting, roh Yogyakarta harus dipertahankan,” tegasnya.

Sultan juga berharap, branding Yogyakarta tersebut mampu merepresentasikan logo-logo kabupaten/kota sebagai satu kesatuan.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda DIY, Didiek Poerwadi, mengatakan, ada beberapa tahapan yang dilaksanakan dalam penyusunan brand baru. Salah satunya, riset dengan beberapa metode untuk menggali pemahaman mengenai Yogyakarta Renaissans dari pemangku kepentingan.

Menurut Plt Dinas Pariwisata DIY ini, rencananya brand baru Yogyakarta akan di-launching pada 27 November 2014. Selanjutnya akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar brand baru tersebut bisa lebih dikenal, diapresiasi, dan direspons.

“Kemudian akan menjadi spirit bagi dinamika kehidupan masyarakat DIY dalam rangka mewujudkan kehidupan baru,” tegasnya.

Pimpinan Markplus Hermawan Kertajaya mengatakan, dalam branding Yogyakarta yang baru, berlandaskan Sabdatama Sri Sultan HB X.

“Termasuk kita juga akan tetap mengadopsi logo kabupaten/kota se-DIY,” katanya.

Spirit yang diusung dalam logo baru itu adalah Yogyakarta tetap menjadi kota kondusif dan dinamis. Salah satu tujuannya agar menjadi daya tarik investor dan insan pariwisata dunia.

“Brand baru yang dikenalkan tersebut ‘Jogja New Harmony’,” katanya.

Menurut dia, ada sembilan hal yang menjadi spirit dalam menyusun atau membuat branding baru Yogyakarta. Sembilan spirit tersebut adalah pendidikan, pariwisata, energi, tekhnologi, ekonomi, pangan, kesehatan, keterlindungan warga, tata ruang, dan lingkungan.