Lebih dari Satu Ton Per Bulan, Mie Ayo Gunungkidul Dikirim ke Jakarta

Mie Mocaf Ayo. (Foto: Mie Sehat Solo Blogspot)
Mie Mocaf Ayo. (Foto: Pemilik produk Mie Ayo Afnan Harifi/putri21.com)

Gunungkidul, JOGJADAILY ** Tidak sedikit anggapan yang masih beredar di masyarakat tentang umbi-umbian sebagai makanan kelas dua sehingga kurang diminati. Namun, dengan strategi pengembangan umbi-umbian sebagai pangan fungsional, diyakini bisa meningkatkan posisi umbi-umbian.

“Sangat disayangkan banyak terjadi kasus kelaparan di tengah keberlimpahan sumberdaya pangan lokal yang sebenarnya bisa dimanfaatkan namun tidak tergali,” kata Prof. Eni Harmayani, Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, dilansir laman UGM beberapa waktu lalu.

Adalah Home Industri Putri 21. Masyarakat mengenalnya dengan produk mie Mocaf (Modified Cassava Flour) yang diberi nama mie AYO (Mie Asli Yogya). Home industri ini dikelola 21 perempuan anggota kelompok Wanita Tani di Dusun Sumberjo,Ngawu,Playen, Gunungkidul, dan diberi nama P4S Putri 21.

Industri pimpinan Suti Rahayu tersebut menghasilkan 12 macam produk berbahan baku umbi-umbian hasil pertanian setempat, di antaranya mie Ayo, kripik singkong,kripik pisang, bakpia, jenis kue lain.

Diberitakan Pemprov DIY, pemasaran produk langsung ke supermarket-supermarket di Jakarta. Pengirimannya bekerja sama denga PO Maju lancar Gunungkidul. Setiap bulan, pengiriman mie ayo dari Gunungkidul bisa mencapai lebih dari satu ton.

Mie Ayo membuktikan bahwa apabila dikembangkan, kekayaan pangan lokal yang ada dapat menjadi aset berandil besar dalam perekonomian dan kedaulatan pangan Indonesia.

“Impor pangan Indonesia sangat besar. Hal ini menunjukkan lemahnya kemandirian dan kedaulatan pangan bangsa. Melalui penyediaan umbi-umbian skala besar bisa menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan penyediaan pangan ini. Di samping itu, umbi-umbian terbukti berpotensi sebagai sumber prebiotik untuk meningkatkan saluran cerna dan sistem imun,” jelas Eni.

Seperti diketehui, ketergantungan pada beberapa jenis bahan pangan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan. Salah satunya, ketergantungan pada sedikit sumber gizi yang dapat meningkatkan risiko menderita penyakit degeneratif, karena pola makan yang kurang bervariasi. Selain itu, apabila terjadi gangguan pada budidaya dan suplai tanaman pangan tertentu akan memunculkan bencana kelaparan dunia.

Konsumsi pangan manusia saat ini terbatas pada beberapa jenis tanaman pangan. Secara global, 80 persen total asupan energi diperoleh hanya dari 12 spesies. Delapan di antaranya berasal dari jenis serealia, seperti jagung, padi, rye, millet, barley, sorogum, tebu, dan gandum. Sementara empat lainnya dari jenis umbi-umbian, yaitu singkong, kentang, ubi jalar, dan yam.

One thought on “Lebih dari Satu Ton Per Bulan, Mie Ayo Gunungkidul Dikirim ke Jakarta

  1. Dh redaksi, Foto di atas milik saya utk dokumentasi pemasaran kami. Kredit di atas mengambil foto saya tanpa izin. Saya posting di internet waktu itu tanpa watermark. Mohon kredit foto mie Ayo diganti dg afnanharifi atau putri21.com (pemilik produk mie ayo) Tks. Afnan Harifi

Comments are closed.