Meriahnya Gunungan di Paku Alaman dan Kepatihan

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda DIY mengambil secara simbolis isi Gunungan. (Foto: Pemprov DIY)
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda DIY mengambil secara simbolis isi Gunungan. (Foto: Pemprov DIY)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Minggu (5/10/2014), prosesi kirab pareden atau Gunungan Lanang dari Keraton Yogyakarta menuju ke Kepatihan Yogyakarta dikawal Prajurit Bugis, Abdi Dalem Bupati Anom, dan Prajurit Noro karyo sebagai pemikul Gunungan dengan rute Keraton, Alun-Alun Utara, Jalan Trikora, Jalan Jenderal Ahmad Yani, dan masuk Kepatihan Danurejan Yogyakarta.

Hajad Dalem Gunungan (pareden), sesampainya di Kompleks Kepatihan Yogyakarta oleh utusan sampeyan Dalem Kanjeng Sultan Hamengku Buwono X Tumenggung Widya Dipuro KRT Suryo Seputro, diserahkan kepada Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda DIY, Sulistyo, mewakili Sekda DIY, Ichsanuri.

Dalam sambutan penerimaannya, Sekda DIY mengucapkan terima kasih.

“Dengan adanya sedekah dalem ini, mudah-mudahan Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X, Putro wayah, dan sentono dalem diberikan berkah Allah SWT, kesehatan, panjang umur, murah rejeki, dan tetap bijaksana dalam memimpin DIY, sehingga rakyatnya sejahtera adil dan makmur,” ujarnya.

Setelah dibacakan doa oleh Abdi dalem, Sulistyo, mengambil secara simbolis sebagian Gunungan yang dibagikan kepada Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah DIY dan Pejabat Eselon III. Setelah itu, Gunungan digotong oleh Noro Karyo ke lapangan upacara Kompleks Kapatihan untuk diperebutkan masyarakat.

Belum sampai di tengah lapangan upacara, Gunungan atau pareden telah diserbu masyarakat yang sejak pukul 10.00 telah menunggu dan hanya dalam sekejap, Gunungan habis diperebutkan.

Sementara itu, pareden yang dikirim ke Puro Pakualaman dikawal dua ekor gajah serta satu Bregodo Prajurit Lombok Abang serta Plangkir, dihantarkan tepat di depan Bangsal Sewokoprojo Pakualaman. Pareden atau gunungan diserahkan oleh utusan dari Keraton Yogyakarta, KRT Wijoyo Pamungkas, dan diterima KRT Projo Anggoro, mewakili KGPAA Paku Alam IX.

Pada kesempatan tersebut, KRT Wijoyo menyampaikan salam taklim kepada seluruh keluarga besar Puro Pakualaman. KRT Projo Anggoro pun menyampaikan terimakasih serta menyampaikan kembali salam taklim untuk keluarga Keraton Yogyakarta. Dengan pemberian tersebut, semoga menjadi ikatan silaturahmi dalam bersaudara.

Setelah pembacaan doa, gunungan dibawa keluar halaman Puro Pakualam menuju Alun-Alun Sewondanan. Hanya dalam hitungan tidak sampai lima menit, pareden tersebut ludes habis diperebutkan masyarakat yang hadir.

Seremoni Tahunan

Selama setahun, Raja Keraton Yogyakarta memberikan sedekah berupa gunungan (pareden) wulu wetu hasil pertanian kepada kawulanya (sedekah dalem) sebanyak tiga kali, yaitu pada tanggal 12 Mulud bertepatan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, Bulan Syawal bertepatan dengan Perayaan Idul Fitri, dan Bulan Besar bertepatan dengan perayaan Haji atau Idul Adha (Kurban), masing masing lima jenis gunungan.

Ungsun Hajad Dalem Gunungan (pareden) yang berjumlah lima gunungan tersebut terdiri dari gunungan wadon dan gunungan lanang dan kelima gunungan tersebut dikirim ke tiga tempat kawulo dalem, yaitu yang pertama diperebutkan kepada masyarakat di Masjid Besar Kauman meliputi tiga gunungan, yaitu dua Gunungan Wadon dan satu Gunungan Lanang. Sementara yang kedua diperebutkan di Puro Pakualaman Yogyakarta, yaitu satu Gunungan Lanang dan yang ketiga diperebutkan di Kepatihan Yogyakarta, juga berupa satu Gunungan Lanang.