Pengrajin Bambu Dusun Brajan Kembangkan Desain Inovasi Produk

Desa Wisata Kerajinan Bambu Dusun Brajan Sendang Agung. (Foto: Bambubrajan.com)
Desa Wisata Kerajinan Bambu Dusun Brajan Sendang Agung. (Foto: Bambubrajan.com)

Sleman, JOGJADAILY ** Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Indonesia (DPPM UII) bekerja sama dengan PT. Jasa Raharja Cabang Yogyakarta menggelar Diklat Desain dan Inovasi Produk Kegiatan yang berlangsung di Dusun Brajan Desa Sendang Agung Kecamatan Minggir Kabupaten Sleman, Jumat (24/10/2014).

Dirilis Humas UII, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya peningkatan kemampuan dan daya saing para pengrajin bambu di Dusun Brajan, salah satu sentra kerajinan bambu unggulan di wilayah Sleman.

Selama ini, Dusun Brajan memang telah menjadi mitra binaan DPPM UII dan PT. Jasa Raharja selama beberapa tahun. Segenap warga desa yang berprofesi sebagai pengrajin bambu turut dalam acara.

“Melalui berbagai kepakaran yang dimiliki oleh akademisi UII, kita ingin agar hal ini dimaksimalkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kapasitas masyarakat lokal,” ujar Direktur DPPM UII, Prof. Akhmad Fauzy.

Menurutnya, kemitraan yang terjalin di antara UII dan warga dusun telah menginjak tahun ketujuh. Ia berharap, pihaknya dapat terus berkontribusi bagi pengembangan industri kerajinan bambu di Dusun Brajan lewat berbagai kegiatan pengabdian masyarakat.

Sementara itu, Kepala Cabang PT. Jasa Raharja Wilayah Yogyakarta, Nasir Obed, menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan dukungan bagi pengrajin agar terus berkembang.

“PT. Jasa Raharja telah terlibat dalam upaya pengembangan Dusun Brajan sejak empat tahun silam. Ke depan, kami ingin semakin mengembangkan kemitraan lewat program kluster yang berbasis pada pengembangan ekonomi kerakyatan,” tandasnya.

Lurah Sendang Agung-Brajan, Badawi, menyampaikan ungkapan terima kasih sekaligus apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada para pengrajin bambu di wilayahnya.

“Sering kali kita menghadapi kendala bagaimana mengembangkan produk kerajinan bambu agar lebih inovatif. Pelatihan ini semoga menjadi jawaban bagi warga kami untuk memberi pengetahuan baru bagi pengembangan desain produk kerajinan bambu khas Brajan,” jelas Badawi.

Pemberdayaan ekonomi dan kapasitas masyarakat lokal melalui kegiatan pendampingan mempunyai nilai penting agar masyarakat dapat mengembangkan potensi usaha yang digelutinya. Terkadang, masyarakat dihadapkan pada berbagai masalah dalam mengelola usahanya, namun karena keterbatasan menyebabkan mereka kesulitan memecahkan permasalahan tersebut.

Oleh karena itu, dibutuhkan kontribusi dunia akademis dan dunia usaha untuk terjun secara langsung di tengah masyarakat guna memberi solusi lewat program pemberdayaan yang bermanfaat.

Selain sebagai wujud tanggungjawab sosial, keterlibatan kedua elemen tersebut dinilai dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus mengembangkan diri dan memperbaiki kesejahteraan di lingkungan mereka.