2015 Bantul Pasok 50 Megawatt Kebutuhan Listrik Nasional

PLTB BANTUL – Bantul akan menjadi daerah pertama di Indonesia yang akan mempunyai pembangkit listrik tenaga bayu, untuk menyuplai kebutuhan listrik nasional (Foto:  Pemkab Bantul)
PLTB BANTUL – Kondisi kincir angin pantai baru Pandansimo, Srandakan. Kini Pemkab Bantul bersama Pihak Investor sedang melangsungkan proses pembangunan, yang ditargetkan selesai pada tahun 2015. (Foto: Pemkab Bantul)

Bantul, JOGJADAILY ** Pemkab Bantul bersama investor UPC Jogja Bayu terus melakukan percepatan pembangunan proyek  Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Bantul. Rencananya proyek ini akan selesai pada tahun 2015 mendatang.

Pembangkit listrik bertenaga angin ini diperkirakan mampu menghasilkan energi sebanyak 50 megawatt.
Bantul akan menjadi daerah pertama di Indonesia yang akan mempunyai pembangkit listrik tenaga bayu. Meski masih dalam proses pembangunan, Pemkab Bantul optimis proyek ini akan dapat dioperasikan mulai tahun depan. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Tri Saktiyana mengatakan bahwa proyek ini berjalan dengan pesat dan terus mengalami kemajuan.

PLTB pertama di Indonesia ini diperkirakan akan mampu menyuplai kebutuhan listrik nasional. Selain menghasilkan energi sebanyak 50 megawatt, PLTB juga akan menghasilkan energi listrik dengan kualitas terbaik dan ramah lingkungan. “Karena angin jadi energinya bersih dan tidak merusak lingkungan seperti energi batu bara atau fosil,” Ungkap Tri.

Kuota energi terbaru di Indonesia saat ini hanya mencapai 6 persen, namun dengan dibangunya PLTB Bantul diperkirakan Kuota tersebut akan meningkat hingga mencapai angka 15 persen. Tri menjelaskan setidaknya akan ada 30 kincir angin raksasa yang akan dibangun dengan jarak antar kincir 80 meter, dengan jumlah tersebut diperkiran akan menghasilkan energi sebanyak 50 juta watt.

Energi yang dihasilkan dari PLTB bantul tidak hanya akan digunakan untuk kebutuhan konsumen rumah tangga, namun juga untuk kebutuhan energi industri pasir dan besi hingga kebutuhan listrik di bandara Kulon Progo. Selain wilayah Bantul dan Kulon Progo tidak menutup kemungkinan daerah lain juga akan dapat menikmati hasil proyek ini.

Harga Jual

Rencananya Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membeli energi listrik yang dihasilkan PLTB bantul. Kini PLN tengah melakukan negosiasi harga dengan pihak investor PLTB bantul, UPC Jogja Bayu yang notabene perusahaan asal Amerika. Tri mengaku kini pihak investor tengah membahas harga jual listrik dengan PLN.

Harga jual listrik hasil PLTB diperkirakan akan lebih mahal dibanding harga jual energi konvensional seperti batu bara. Hal tersebut dikarenakan kualitas energi yang dihasilkan jauh lebih baik dibanding energi konvensional. “Meski mahal, kedepannya harga akan semakin murah menyusul energi listrik berbahan bakar fosil akan semakin berkurang,” Ungkap Tri.

PLN akan melakukan pembelian energi PLTB diatas harga jual dari PLN ke masyarakat. Negosiasi harga berjalan cukup lama karena kedua pihak memperhatikan serta memperhitungkan nilai keekonomian energi tersebut. Proses ini dipastikan tidak akan menghambat proses pembangunan yang ditargetkan selesai pada tahun 2015.

Tahan Abrasi

Tri Saktiyana memastikan proyek pembangunan PLTB yang berada di sepanjang pantai kretek tahan dari ancaman abrasi. Pembangunan PLTB berdiri diatas kontruksi bangunan yang kuat dengan rencana yang matang. “Menara sengaja dikontruksi tahan abrasi, jadi meskipun terkena abrasi, kontruksi tetap tahan,” Jelas Tri.

Jarak antar kincir 80 – 100 meter sehingga kuat dan tahan dari tekanan abrasi. Pembangunan proyek ini dilakukan dengan standar internasional seperti yang telah berkembang di negara – negara Eropa. Jarak antar kincir PLTB banti dipastikan sama dengan jarak kincir yang berada di Eropa.

Sekitar 30 kincir angin akan dibangun disepanjang pantai selatan, mulai dari samas hingga pandansimo. Kini pembangunan tersebut tengah berlangsung dan terus mengalami perkembangan yang cukup baik.