Khidmatnya Labuhan 10 Muharam Puro Pakualaman di Pantai Glagah Indah Kulon Progo

Labuhan 10 Muharam Puro Pakualaman 2014 di Pantai Glagah Indah Kulon Progo. (Foto: Humas Kulon Progo)
KHIDMAT – Labuhan 10 Muharam Puro Pakualaman 2014 di Pantai Glagah Indah Kulon Progo. (Foto: Humas Kulon Progo)

Kulon Progo, JOGJADAILY ** Agenda rutin tahunan setiap tanggal 10 Muharam oleh Kerabat Puro Pakualaman Yogyakarta, yaitu labuhan atau larung laut, kembali digelar. Bertepatan dengan Hari Senin (3/11/2014), acara bertempat di Pantai Glagah Indah, Kulon Progo.

Iringan bregodo (prajurit) dengan balutan busana Jawa terlihat gagah dan khidmat menggotong rangkaian buah-buahan dan padi, serta berbagai macam kain yang dikemas seperti gunung. Sementara di belakangnya, baik laki-laki maupun wanita, tua-muda, maupun anak-anak turut mengikuti dengan bersemangat.

“Hajat Dalem Labuhan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi leluhur, yaitu dengan melarung (membuang) yang tidak baik atau negatif, sekaligus digunakan sebagai momentum untuk memasuki tahun baru Hijriah dengan hal-hal yang baik,” ujar KPH Indro Kusumo, selaku Pengageng Kawedanan Budoyo lan Pariwisoto Kadipaten Pakualaman, seperti dirilis Humas Kulon Progo.

Labuhan melarung beberapa ubo rampe seperti hasil bumi, seperti padi, buah-buahan, umbi-umbian, aneka sayuran, juga kain kebesaran pangeran serta kelengkapan lain. Semua itu merupakan wujud rasa syukur dari keluarga Puro Pakualaman kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan nikmat rezeki, kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan yang diterima, serta doa bagi leluhur.

Upacara diawali kirab gunungan, kurang lebih sejauh satu kilometer dari Pesanggrahan Glagah menuju Joglo Labuhan.

Dua gunungan, yaitu berupa hasil bumi serta gunungan pengageng, sebelum dilabuh, terlebih dahulu dipanjatkan doa yang diikuti seluruh peserta labuhan dan keluarga keraton, juru kunci puro pakualaman, serta Prajurit Lombok Abang dan Prajurit Plangkir.

Acara puncaknya, warga masyarakat berjumlah ratusan saling berebut untuk bisa mendapatkan isi gunungan yang dilarung ke laut tersebut. Warga berkeyakinan bahwa dengan mendapatkan beberapa bagian gunungan yang telah didoakan tersebut akan mendapatkan berkah kebaikan dalam kehidupan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Eko Winu Wardana, menyambut baik agenda tahunan ini. Pihaknya akan mengusahakannya menjadi media promosi serta agenda wisata yang menarik, sehingga bisa mendatangkan wisatawan ke obyek wisata, yang berujung pada bertambahnya PAD (Pendapatan Asli Daerah).