Miliki Sembilan, Sultan Minta Bupati Amankan Kawasan Geoheritage

Lava Bantal Berbah. (Foto: Erni Sulistiyani WordPress)
Lava Bantal Berbah. (Foto: Erni Sulistiyani WordPress)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Kawasan DIY ternyata memiliki banyak geosite atau geoheritage (warisan geologi). Kajian dan verifikasi tim Badan Geologi Kementerian ESDM menetapkan sembilan geoheritage sebagai warisan geologi nasional di DIY.

Sembilan goeheritage tersebut adalah Monumen Batu Gamping Eosen di Gamping Sleman, Lava Bantal Berbah Sleman, Endapan Vulkanik Purba Candi Ijo Sleman, Gua Kiskenda di Jatimulyo Girimulyo Kulonprogo, Kawasan Bekas Penambangan Mangan di Kliripan Kokap Kulonprogo.

Selain itu, Gunung Api Purba Nglanggera Gedangsari Gunungkidul, Kawasan Pantai Wedi Ombo-Siung Tepus Gunungkidul, Situs Bioturbasi Kali Ngalang Gunungkidul, serta Kawasan Geologi Gumuk Pasir Parangtritis Kretek Bantul.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono, mengatakan, sebenarnya di Indonesia sangat banyak geoheritage. Namun, sejauh ini, baru Pemda DIY yang pertama mengusulkannya ke Kementerian ESDM.

“Kami ingin daerah lain mencontoh DIY,” terang dia usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kepatihan dalam rangka penyerahan SK Penetapan Kawasan Geoheritage dari Kementerian ESDM, Jumat (31/10/2014).

Surono berharap, pengajuan penetapan geoheritage muncul dari bawah ke atas, seperti DIY.

“Harapannya dari geoheritage menjadi geopark, memungkinkan jika bottom up. Muncul dari kesadaran masyarakat dan ditindaklnjuti oleh Pemda,” kata Mbah Rono, sapaan akrab Surono.

Sementara itu, Sultan berpesan agar para bupati melindungi dan mengamankan kawasan-kawasan geoheritage di masing-masing kabupaten. Karena itu, ia mewanti-wanti kepada para bupati agar sebelum memasuki penyusunan tataruang baru, terlebih dulu mengamankan lokasi tersebut dari kemungkinan permukiman baru yang tumbuh.

“Jangan sampai terjadi jual beli tanah di kawasan-kawasan itu,” pintanya.

Sultan mengatakan, ditetapkannya sembilan kawasan geoheritage tersebut menjadi kekuatan hukum untuk melestarikan agar tidak dirusak.

“Namun, justru bisa dimanfaatkan dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sultan, penetapan kawasan geoheritage menyangkut sejarah asal-usul dalam konteks DIY serta menjadi kekuatan baru pengembangan potensi alam dan kekuatan ekonomi baru menyejahterakan masyarakat.

“Lantas jangan hanya hitungannya duit, tapi masyarakat bisa sejahtera dari perekonomian yang lain, seperti desa wisata,” ungkapnya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda DIY, Didiek Poerwadi, menambahkan, geoheritage merupakan bukti atau warisan geologi yang mengandung informasi tentang riwayat geologi DIY dari jutaan tahun yang lalu.

“Membentuk riwayat yang utuh sejak zaman pra gunung api, zaman gunung api purba, dan zaman gunung api masa kini,” ungkapnya.

Menurut dia, riwayat alam tersebut jarang dijumpai sehingga memiliki keistimewaan tersendiri.

“Sehingga perlu dijaga, dilestarikan, dan dikelola untuk kepentingan pendidikan dan wisata minat khusus,” imbuhnya.