Pemerintah Dukung Pembinaan Sektor Pariwisata DIY

PARIWISATA DIY - Menteri Pariwisata RI, Arif Yahya saat memberikan penghargaan kepada Pemkot Jogja di ajang Travel Club Tourism Award (TCTA) 2013 di Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah, Kamis (20/11/2014). Kini jajaran Pemprov DIY terus melakukan perbaikkan mutu manajamen pariwisata. (Foto: Pemkot Jogja)
PARIWISATA DIY – Menteri Pariwisata RI, Arif Yahya saat memberikan penghargaan kepada Pemkot Jogja di ajang Travel Club Tourism Award (TCTA) 2013 di Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah, Kamis (20/11/2014). Kini jajaran Pemprov DIY terus melakukan perbaikkan mutu manajamen pariwisata. (Foto: Pemkot Jogja)

Kota Jogja, JOGJADAILY ** Pemerintah melalui Menteri Pariwisata memberikan penghargaan kepada Pemkot Jogya dalam bidang pariwisata sebagai the best performance kategori gold pada Kamis (20/11/2014). Dalam acara yang bertajuk travel club tourism Award itu Pemkot Jogya dinilai konsisten dalam pembangunan, pengembangan, dan pembinaan sektor pariwisata.

Penghargaan ini sekaligus dukungan Pemerintah Pusat terhadap pengelolaan manajemen pariwisata kota jogja yang berkesinambungan. Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama Pariwisata Dinparbud Kota Jogya, Yetti Martanti mejelaskan Pemerintah melalui ajang ini menilai bahwa kota yogya dianggap berhasil dalam mengelola aspek tata pamong, aspek lingkungan pariwisata, aspek perkembangan ekonomi, aspek pemberdayaan masyarakat dan aspek ekonomi kreatif.

Sementara itu dalam ajang yang sama, Kabupaten Sleman juga meraih perhargaan sebagai the best performance dalam kategori Kabupaten. Sebelumnya Sleman pernah meraih penghargaan yang sama, sehingga kini sleman tercatat telah meraih penghargaan ini untuk ketiga kalinya. Penghargaan sebelumnya diterima kabupaten sleman pada tahun 2011 dan 2013.

Kepala Dinas Kebidayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi menjelaskan Penghargaan ini diberikan oleh Pemerintah sebagai bentuk apresiasi kepada Pemerintah Daerah (Kabupaten, Kota dan Provinsi) yang telah berkomitmen tinggi dalam mengelola sektor pariwisata masing – masing daerah.

Penghargaan ini dinilai sebagai bukti bahwa Pemkab Sleman selama ini telah menunjukkan konsistensi yang tinggi dalam melakukan pengelolaan sektor pariwisata. Ayu mengaku akan mempertahankan prestasi ini, pihaknya juga bertekad untuk terus mengembangkan dan meningkatkan mutu pengelolaan pariwisata kedepanya.

Sejumlah pengahargaan yang telah diraih oleh beberapa daerah di DIY tidak terlepas dari beberapa pihak yang selama ini terus melakukan kerjasama dengan masing – masing pemkab se-DIY. Ayu menjelaskan hingga saat ini ada sejumlah pihak yang terus bekerja bersama Pemkab dalam mengelola Pariwisata. Diantara sejumlah pihak yang dimaksud diantaranya adalah Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI), Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), PT Taman Wisata dan para pengelola destinasi wisata lainya.

Manajemen Pariwisata

Sebagai daerah yang mempunyai sektor pariwisata melimpah, DIY dinilai perlu untuk terus melakukan pengkajian guna memperbaikki mutu manajemen pariwisata. Segala sektor wisata DIY, wisata alam, budaya, sejarah, religi hingga minat khusus hingga kini masih menjadi primadona pendapatan daerah. Untuk itu sejumlah pakar terus melakukan pengkajian agar pariwisata DIY terus mengalami perbaikkan.

Dosen Prodi Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Mohammad Yusuf menjelaskan pentingnya pengkajian kembali terkait manajemen pariwisata DIY yang lambat tahun terus terancam oleh beberapa hal. Kemacetan lalu lintas hingga kerusakan lingkungan dinilai sebagai faktor yang perlu dikendalikan agar tidak memberikan dampak negatif bagi sektor pariwisata DIY.

Manajemen Pariwisata DIY harus mengacu pada konsep pariwisata berkelanjutan, yakni dengan memperhatikan kelangsungan ekologi, budaya, sosial, dan ekonomi warga setempat. Yusuf menekankan pentingnya Pemerintah untuk mempertahankan budaya local dan mulai untuk memperhatikan maanfaat sektor ini untuk masyarakat.

Aspek budaya dinilai sebagai salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan pariwisata. Dengan pengelolaan pariwisata yang baru diharapkan dapat memperkaya budaya lokal melalui interaksi antar pendatang dengan masyarakat lokal. Yusuf mengaku pengelolaan pariwisata DIY juga tidak dapat dipisahkan dengan pengelolaan lingkungan yang baik.

Konsep pengelolaan wisata berkelanjutan layak dilakukan oleh pemegang kebijakan di DIY. Dengan konsep ini diharapkan pariwisata DIY akan memberikan dampak positif bagi masyarakat baik dalam bidang ekonomi, pelestarian budaya hingga pendidikan.