Gunungkidul Gagas Konsep Pariwisata Bahari

Pariwisata Gunungkidul - Bupati Gunungkidul Badingah meresmikan kawasan Agrowisata Patra Nglanggeran, Kamis (16/1/2014). Sebagai wujud respon among tani dagang layar, Kini Pemkab Gunungkidul tengah merencanakan pembangunan wisata bahari. (Foto: Pemkab Gunungkidul)
Pariwisata Gunungkidul – Bupati Gunungkidul Badingah meresmikan kawasan Agrowisata Patra Nglanggeran, Kamis (16/1/2014). Sebagai wujud respon among tani dagang layar, Kini Pemkab Gunungkidul tengah merencanakan pembangunan wisata bahari. (Foto: Pemkab Gunungkidul)

Gunungkidul, JOGJADAILY ** Sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan poros maritim dunia. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana untuk mengembangkan pariwisata bahari. Konsep Pariwisata berbasis kemaritiman ini diharapkan mampu menambah jumlah kunjungan wisatawan ke seluruh DIY.

Dengan kekayaan alam laut yang cukup melimpah, Gunungkidul layak untuk dijadikan wilayah pariwisata maritim. Hampir lima puluh pantai berjajar dari ujung barat hingga ujung timur. Kondisi tersebut tentu menguntungkan, Untuk itu Pemkab Gunungkidul bertekad mengemas kekayaan alam laut tersebut menjadi pariwisata maritim.

Kebijakan dan Program Pemerintah tentu tidak luput dari anggaran. Untuk mewujudkan rencana besar ini, Pemkab Gunungkidul telah melakukan pembahasan terkait besaran anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana ini. “Rencana pengembangan wisata bahari sudah dibicarakan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY,” Ungkap Bupati Gunungkidul Badingah beberapa waktu lalu.

Pembangunan pariwisata dengan berbasis kemaritiman ini merupakan langkah Pemkab Gunungkidul untuk meningkatkan mutu dan daya saing wisata DIY. Dengan rencana ini diharapkan Jumlah kunjungan wisatawan baik asing maupun lokal akan meningkat Nantinya pembangunan pariwisata bahari ini memberikan banyak pilihan wisata bagi pengunjung.

Lanjut Badingah, Rencana pembangunan pariwisata bahari tidak berhenti pada sektor bahari namun pihaknya mengaku terbuka kemungkinan untuk membentuk kalur Gunungkidul menuju Bali. Gunungkidul memiliki sejumlah pantai yang masih berpotensi untuk dikembangkan, termasuk pembuatan kalur. “Pantai Sadeng akan menjadi jalur utama menuju arah Bali,” Kata Badingah.

Sebelumnya Dinas Pariwisata Gunungkidul telah melakukan uji coba di sejumlah pantai selatan untuk dijadikan pusat kawasan olahraga air snorkrling. Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul Eli Martono mengatakan Dinas Pariwisata kini tengah melakukan penjajakan dibeberapa pantai di pesisir selatan untuk dikembangkan menjadi obyek wisata bahari.

Menuju Poros Maritim

Menteri Pariwisata Arif Yahya menegaskan konsep pengembangan Pariwisata layaknya sejalan dengan visi Kabinet Kerja, Yakni berbasis kemaritiman. Pemerintah telah menargetkan kunjungan wisata mancanegara (wisman) hingga 2019, Yakni sebanyak 20 ribu kunjungan wisman. Arif mengaku untuk mencapai target tersebut pihaknya akan mengandalkan wisata bahari sebagai ujung tombak kunjungan wisman.

Pengembangan Pariwisata bahari adalah salah satu wujud langkah Pemerintah menuju poros maritim. “Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata bahari yang sejalan dengan rencana pengembanan poros tol laut di Indonesia,” Ungkap Arif pada pidato pembukaan seminar nasional pariwisata bahari beberapa waktu lalu.

Untuk mewujudkan rencana ini, Arif berharap adanya kerjasama antarsektor dan daerah serta pelaku dan asosiasi pariwisata bahari. Strategi yang nantinya diterapkan adalah dengan mengandalkan antarsektor di tingkat pusat dan daerah. Lanjut Arif, Pengembangan destinasi bahari ini membutuhkan kerjasama antar daerah.

Tren pariwisata bahari terus mengalami peningkatan. Data kunjungan pada objek pariwisata bahari terus mengalami peningkatan sejak tiga tahun terakhir. Jumlah kunjungan di taman nasional komodo meningkat sebesar 9,42 persen ditahun 2013 dibanding tahun 2011. Demikian dengan Wakatobi, Kepulauan raja ampat dan Sabang yang masing – masing mengalami peningkatan.