Lestarikan Budaya Baca, DIY Bangun Perpustakaan Desa

Perpustakaan Desa - Kondisi Perpustakaan di Kabupaten Bantul. Pemprov DIY akan merampungkan pembangunan perpustakaan desa pada tahun 2015 mendatang. (Foto: Pemkab Bantul).
Perpustakaan Desa – Kondisi Perpustakaan di Kabupaten Bantul. Pemprov DIY akan merampungkan pembangunan perpustakaan desa pada tahun 2015 mendatang. (Foto: Pemkab Bantul).

Rencananya pada 2015 mendatang Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY akan membangun perpustakaan di setiap desa yang ada. Badan Arsip dan Perpustakaan DIY bertekad untuk merampungkan pembangunan perpustakaan desa sebagai realisasi program jogja library for all.

Pemprov telah menyiapkan anggaran yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY Budi Wibowo mengatakan anggaran yang dipersiapkan sebesar Rp 3,2 miliar dari APBD DIY.

Kini masih ada 86 desa di DIY yang menjadi sasaran jogja library for all, Rencananya pada tahun 2015 Pemprov akan menyelesaikan program pembangunan ini. Sebelumnya DIY hanya menargetkan 30 perpustakaan desa, Namun dalam perjalanannya Pemprov mengajukan tambahan hingga menjadi 86 perpustakaan desa.

Sementara dana sebesar Rp 3,2 miliar nantinya akan dipergunakan untuk belanja infrastruktur, Seperti rak dan buku. Budi menerangkan dana untuk perpustakaan desa yang sudah ada akan diambilkan dari Pemerintah Pusat.

Pemerintah berjanji untuk memberikan sumbangan buku, Diperkirakan sebanyak 1000 buku akan diberikan pada tiap perpustakaan desa. Adapun buku – buku yang akan diberikan Pemerintah disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat setempat. “Kalau masyarakatnya nelayan, Buku yang diberikan ya tentang nelayan,” Kata Budi beberapa waktu lalu.

Kedepanya perpustakaan desa ini akan dilengkapi dengan sistem berbasis online, Sehingga dapat terintegrasi antar perpustakaan desa. Tidak tertutup kemungkinan seluruh perpustakaan desa ini akan disambungkan dengan gedung perpustakaan baru DIY.

Pemprov berharap masyarakat dapat mengakses buku – buku yang ada di perpustakaan baru DIY secara online. Buku – buku tersebut dapat dibaca dengan memanfaatkan jaringan internet, Artinya masyarakat dapat membaca buku – buku tersebut dengan model digital. “Kami akan menyediakan server di gedung perpustakaan DIY hingga 40 terrabyte,”Jelas Budi.

Budaya Membaca

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X mengatakan Perpustakaan harus berbeparan sebagai wahana belajar dan wahana demokratisasi.”diperpustakaan dapat diperoleh informasi yang permanen dan luas lingkupnya untuk kegiatan sosial, Politik, Ekonomi dan edukatif,” Jelas Sultan beberapa waktu lalu.

Sultan berharapa dengan adanya perpustakaan ini dapat melahirkan budaya membaca. Masyarakat dapat berkembang dengan berbekal ilmu, Dan salah satu cara mencari ilmu adalah dengan membaca buku. Dengan sering mengunjungi perpustakaan, Masyarakat akan cepat memperoleh ilmu.