Perkuat Diseminasi Isu Fiskal, Asosiasi Fiskal Indonesia DIY Dilantik Sabtu Ini

Poster Pelantikan Asosiasi Fiskal Indonesia DIY. (Foto: Fiskal.co.id)
Poster Pelantikan Asosiasi Fiskal Indonesia DIY. (Foto: Fiskal.co.id)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Selama ini, peran fiskal sangatlah signifikan bagi penerimaan daerah, tak terkecuali Provinsi DIY. Pembangunan daerah sangat dipengaruhi oleh berhasil tidaknya tata-kelola fiskal, lantaran sumber pembiayaan pemerintah datang dari sana.

Untuk itu, organisasi masyarakat Asosiasi Fiskal Indonesia (AFI) berencana membentuk Dewan Pengurus Daerah (DPD) AFI DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) pada Sabtu (13/12/2014), di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Dari 3 DPD yang akan dibentuk bulan ini, Jogja yang paling siap. Sedangkan DPD lainnya menyusul, yakni Sumatera Utara dan DPD DKI Jakarta akan kita lantik Januari,” ujar Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) AFI, Erwin Eka Kurniawan, Kamis (11/12/2014).

Organisasi AFI, jelas Erwin, tetap konsisten mengusung gerakan literasi fiskal dalam rangka edukasi ke masyarakat yang dimulai dari kalangan kampus. Apalagi, menurut Erwin, concern pemerintahan baru Jokowi-JK terhadap persoalan fiskal dan peningkatan rasio pajak sangat tinggi.

“(Upaya pemerintah) ini harus ditunjang dengan sosial komunikasi dan edukasi yang tepat di masyarakat melalui kegiatan organisasi dan media. Karena, isu ruang fiskal kebijakan harga BBM belum tentu mudah dipahami masyarakat, apalagi soal pajak,” tuturnya.

Pelantikan DPD AFI DIY dilaksanakan pukul 08.30-12.30 WIB di Yustisia Room Gadjah Mada University Club and Convention, serta mengundang seluruh pengurus DPP AFI, DPD, dan para calon Ketua DPD dari sejumlah provinsi.

Usai upacara pelantikan, acara akan diisi diskusi dengan narasumber Dewan Pembina AFI, Kandi Sofia S. Dahlan bertema ‘Literasi Keuangan dan Dampaknya terhadap Kepatuhan Pajak serta Ketersediaan Barang dan Jasa Publik’.

Potensi Fiskal DIY

Sementara itu, Sekretaris AFI DIY, Astama Izqi Winata, mengatakan, pelantikan ini sangat penting bagi optimalisasi potensi fiskal daerah. Selama ini, stakeholder fiskal lebih banyak concern pada isu fiskal nasional.

“Masa depan daerah di era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 sangatlah cerah. Apalagi DIY. Lebih dari 100 kampus berdiri di sini. Perputaran uang dari transaksi para pendatang saja sudah sangat besar jumlahnya. Apabila kita hubungkan antara pemerintah daerah, kampus, pemodal, dan komunitas, akan lebih memberi kontribusi signifikan,” terangnya.

Astama mengatakan, AFI DIY akan berperan sebagai penghubung strategis bagi semua stakeholder fiskal DIY. Pihaknya juga telah siap untuk bekerja kreatif dan keras agar penerimaan daerah di Provinsi DIY menjadi jauh lebih optimal. Dengan jejaring yang dipunyai, bukan mustahil, AFI DIY akan menjadi simpul penting pengembangan potensi daerah dengan fiskal sebagai pemantiknya.

Formatur/Ketua DPD AFI DIY, Arif Giyanto, menyatakan siap memangku amanat organisasi AFI di DIY. Sebanyak 15 personel telah disiapkan menjadi pengurus dengan susunan sebagai berikut.

Umum
Ketua: Arif Giyanto
Sekretaris: Astama Izqi Winata
Bendahara: Umi Hirzati

Ketua Bidang
Ketua Bidang I (Organisasi dan Keanggotaan): Danang Munandar
Ketua Bidang II (Kajian Kebijakan Fiskal): Agus Salim
Ketua Bidang III (Diklat dan Litbang): Itmam Fadhlan
Ketua Bidang IV (Humas dan Media): Agung Rahardja

Wakil Sekretaris
Wakil Sekretaris Bidang I (Organisasi dan Keanggotaan): Islami Rahayu
Wakil Sekretaris Bidang II (Kajian Kebijakan Fiskal): Jati Prasetyo
Wakil Sekretaris Bidang III (Diklat dan Litbang): Indrianto Heriwibowo
Wakil Sekretaris Bidang IV (Humas dan Media): Coki Anwar

Departemen-Departemen
Departemen Organisasi: Hidayaturrahman
Departemen Kajian Kebijakan Fiskal: Ismi Putri Muslimah
Departemen Diklat & Litbang: Anang Arum Pamungkas
Departemen Media: Febri Aryanti