Tambak Udang Kulon Progo Tembus 50 Miliar Per Tahun

Perekonomian - Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengunjungi pasar wates, Untuk memantau ketersediaan bahan kebutuhan pokok, Senin (22/12/2014). Sektor budidaya udang juga menjadi sektor yang prospektif bagi kelangsungan ekonomi kulon progo. (Foto: Pemkab Kulon Progo)
Perekonomian – Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengunjungi pasar wates, Untuk memantau ketersediaan bahan kebutuhan pokok, Senin (22/12/2014). Sektor budidaya udang juga menjadi sektor yang prospektif bagi kelangsungan ekonomi kulon progo. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo, JOGJADAILY ** Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya (Diskepenak) Kulon Progo Eko Purwanto memprediksi hasil tambak udang di Kulon Progo akan

menghasilkan perputaran uang mencapai 50 miliar per tahun. Hal ini dapat terjadi, Melihat produksi hasil panen udang yang semakin baik.

Beberapa waktu lalu sempat beredar kabar, Sejumlah petani cabai di Kulon Progo beralih menjadi petani udang jenis vaname. Prospek budidaya udang yang baik, Disinyalir menjadi pemicu keinginan petani cabai untuk beralih lahan. “Harga cabai tidak stabil, Kalau udang sekali panen sudah dapat menutup modal,”Ungkap Ngatimin, Salah satu petani udang Kulon Progo.

Kini total ada 100 hektare lahan tambak udang di pesisir selatan Kulon Progo. Dengan luas ini, Diskepenak memperkirakan nilai sekali panen mencapai Rp.10 miliar. “Apabila dalam satu tahun panen tiga kali, Maka hasilnya diatas Rp.30 miliar hingga Rp.50 miliar per tahun,” Jelas Eko beberapa waktu lalu.

Dari 100 hektar lahan tambak terdapat 221 petak tambak hutan yang tersebar dibeberapa wilayah pesisir Kulon Progo. Wilayah pasir mendit masih menjadi wilayah yang memiliki tambak terbanyak, Yakni 80 petak. Disusul Trisik 50 petak dan karang sewu sebanyak 54 petak. Sementara sisanya berada di wilayah desa sindutan dan glagah.

Sementara untuk harga jual udang jenis vaname di tingkat petani mencapai Rp.100 ribu per kilogram untuk ukuran 40, Sedangkan harga udang berukuran 75 harganya mencapai Rp.80 ribu per kilogram. Sementara ini udang hasil budidaya warga trisik yang paling diminati importir Eropa dan Asia Timur.

Produksi Udang Nasional

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto mengaku produksi udang di DIY mulai bangkit. Menurutnya jika kondisi ini stabil, Bukan tidak mungkin DIY dapat meningkatkan produksi udang nasional. “Dulu, Yogyakarta merupakan produsen udang windu, Dan perlahan kini budidaya udang vaname mulai bangkit,” Kata Slamet berberapa waktu lalu di UGM.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019 ditetapkan target produksi udang nasional mencapai 750 ribu ton. Sejauh ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan optimis akan mencapai angka tersebut, Dengan memperhatikan potensi yang dimiliki. Slamet mencontohkan daerah pesisir pantai selatan seperti Kulon Progo dan Bantul sebagai lahan tambak potensial pada masa mendatang.

Kedepan Pemerintah akan terus memberikan pendampingan terhadap para petambak udang. “lahan tambak udang masih cukup luas dan meningkatnya animo masyarakat dalam berbudidaya udang mendorong Pemerintah untuk terus memberikan pendampingan,” Imbuhnya.

Lanjut slamet, Budidaya udang ini akan diarahkan sedemikian rupa sehingga tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan. Untuk itu perlu memperhatikan tiga aspek, Yakni teknologi, Sosial ekonomi dan budidaya ramah lingkungan.