Inflasi DIY Pada Januari Ini Diperkirakan Rendah

Perekonomian DIY - Ekspektasi masyarakat terjaga, Inflasi DIY pada januari 2015 diperkirakan rendah. (Foto: RRI)
Perekonomian DIY – Ekspektasi masyarakat terjaga, inflasi DIY pada Januari 2015 diperkirakan rendah. (Foto: RRI)

Kota Jogja, JOGJADAILY ** Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY memperkirakan inflasi pada januari ini akan rendah. Untuk itu ekspektasi masyarakat DIY harus terjaga. Terutama untuk mengendalikan permintaanya. Untuk meyakinkan masyarakat, TPID DIY akan terus mengkonfirmasikan terkait ketersediaan stok, harga dan distribusi.

Ketua III TPID DIY Arief Budi Santoso mengatakan dengan terjaganya ekspektasi masyarakat diperkirakan inflasi DIY pada januari akan terjaga dan lebih rendah dari desember 2014 yang mencapai 1,76 %. Setidaknya ada tiga hal tersebut yang harus diperhatikan, akan inflasi bulan ini terjaga.

Meski belum dapat dipastikan, Arif mengaku yakin inflasi bulan ini akan lebih rendah dari bulan desember 2014 lalu. “ Saya belum dapat memastikan inflasi Kota Jogja pada januari ini tetapi yang jelas akan lebih rendah dari desember 2014,” Kata Arif.

Terkait melambungnya harga elpiji 12 kilo, Arif mengatakan kenaikan harga barang seperti elpiji akan langsung diimbangi dengan informasi ketersediaan srik sehingga memperngaruhi persepsi masyarakat untuk tidak berlomba – lomba menahan membeli. Apabila terjadi fluktuasi harga bahan bakar akan langsung diinformasikan pada masyarakat.

Adapun turunya harga bahan bakar minyak (BBM), ditundanya kenaikan tariff dasar listrik (TDL), harga komoditas bahan makanan pokok yang naik maka dugaanya pada januari ini akan lebih rendah dari desember 2014.

Perekonomian DIY

Bank Indonesia (BI) optimis perekonomian DIY akan berjalan sesuai targt 2015, Pertumbuhan diperkirakan mencapai 5,4 persen dengan inflasi di level 4 plus minus 1 persen. Arif mengatakan sektor ekspor dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) memberikan ruang berkembang karena persaingan akan terbuka lebar.

“Sebenarnya banyak sektor yang masih tumbuh kecuali sektor pertanian yang lebih rendah dari tahun sebelumnya. Konsumsi rumah tangga yang diperkirakan turun sebagai dampak kenaikkan BBM , sementara ekspansi fiskal dalam implementasi belum dilakukan optimal,” Tuturnya.