Inteligensia Buatan, Investasi Teknologi Informasi Kesehatan Berprospek Besar

PENGUKUHAN - Pengukuhan Prof. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D, sebagai Guru Besar Fakultas Matematika dan ilmu Pengetahuan Alam UGM di Balai Senat UGM, Selasa (20/1/2015). (Foto: Humas UGM)
PENGUKUHAN – Pengukuhan Prof. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D, sebagai Guru Besar Fakultas Matematika dan ilmu Pengetahuan Alam UGM di Balai Senat UGM, Selasa (20/1/2015). (Foto: Humas UGM)

Sleman, JOGJADAILY ** Banyak negara maju telah berinisiatif memodernisasikan sistem perawatan kesehatan dengan berinvestasi di bidang teknologi informasi kesehatan (TI). Tujuannya, meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas perawatan.

“Pemilihan catatan kesehatan secara elektronik yang interoperable merupakan prasyarat untuk sistem perawatan kesehatan modern, dan kunci untuk memberikan sejumlah manfaat kepada pasien tentang perawatan kesehatan,” ujar Sri Hartati saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Matematika dan ilmu Pengetahuan Alam UGM di Balai Senat UGM, Selasa (20/1/2015).

Dalam Pidato Pengukuhan berjudul ‘Inteleligensia Buatan dan Perannya dalam Kehidupan’, ia mengatakan, sejumlah besar data tersedia di klinik, mulai gejala klinis yang terperinci untuk berbagai tipe penyakit hingga luaran instrumen medis.

“Setiap data bisa menjadi informasi yang akan dikirim ke patologi tertentu untuk dicermati dan dievaluasi dalam rangkaian proses diagnostik,” kata Sri, seperti dirilis Humas UGM.

Komputer telah memainkan peran dalam kemajuan di bidang kedokteran. Menurutnya, banyak komputer di bidang medis dipergunakan untuk menjalankan mesin-mesin di ruang operasi dan unit perawatan intensif, menyimpan catatan medis dan resep obat, serta mentransmisikannya ke dalam bentuk elektronik.

“Ilmu di balik praktik kedokteran modern didasarkan pada penelitian dengan menggunakan komputer. Misalnya, untuk menyusun dan menganalisis array yang besar dan data yang kompleks tentang pemetaan genom manusia yang tidak mungkin dilakukan tanpa komputer,” ungkapnya.

Alat Bantu Diagnosis Awal

Meskipun penggunaan komputer di bidang medis telah mengalami banyak kemajuan, lanjutnya, peran tersebut masih perlu dioptimalkan untuk dimanfaatkan bagi kepentingan perawatan atau mempersiapkan perawatan agar penyebaran penyakit dapat dicegah sedini mungkin.

Hal ini sangat bermanfaat bagi orang yang tidak banyak memiliki akses perawatan medis atau tidak memiliki pengetahuan memadai tentang penyakit yang dapat disembuhkan atau dicegah.

“Untuk merampingkan proses diagnostik dalam rutinitas sehari-hari dan mengoptimalkan kinerja paramedis, metode inteligensia buatan banyak digunakan sebagai alat bantu diagnosis awal sebagai Computer Aided Diagnosis,” jelas Sri.

Inteligensia buatan, tambahnya, banyak dimanfaatkan untuk monitoring data, pencarian informasi, pemrosesan citra, pengenalan pola, dan edukasi medis.