Kembangkan Sistem Penyediaan Air Minum, UGM Inisiasi KKN Tematik

KKN Tematik - Prosesi pelepasan peserta KKN UGM. Kini UGM tengah mengembangkan pola KKN Tematik. (Foto: UGM Press)
KKN Tematik – Prosesi pelepasan peserta KKN UGM. Kini UGM tengah mengembangkan pola KKN Tematik. (Foto: UGM Press)

Sleman, JOGJADAILY ** Universitas Gadjah Mada (UGM) serius mengembangkan sistem penyediaan air minum (SPAM) perpipaan berbasis masyarakat dengan pola KKN tematik. Wakil Rektor UGM bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Suratman mengatakan pada tahap awal UGM akan melakukan sejumlah kegiatan, seperti pembuatan modul, pelatihan model SPAM, dan pembekalan SPAM.

Kini UGM menjadi koordinator untuk beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Udayana, Universitas NTB, Universitas Negeri Medan, Universitas Balikpapan, Universitas Darrusalam Ambon, Universitas Pattimura, dan Universitas Haluoleo.

Pihaknya berharap dengan ini, ke depan akses masyarakat terhadap kebutuhan air bisa semakin terlayani dengan baik. “diharapkan standar mutu program tercapai dengan baik karena melilbatkan pemerintah, akademisi, maupun masyarakat,” Jelas Suratman beberapa waktu lalu di UGM.

Sebelumnya, pada tahun 2014 lalu UGM telah melakukan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dalam pengembangan SPAM perpipaan pedesaan. Dan Kini UGM tengah mengembangkan model percontohan SPAM kampus.

Penanggulangan Krisis Air

Program pengembangan ini berawal dari respons UGM terhadap kebutuhan air di Indonesia serta mengantasipasi kelangkaan air bersih di masa mendatang. Sehingga muncul gagasan untuk memberikan solusi inovatif terhadap produktivitas air bersih di sejumlah daerah di Indonesia.

“Program tersebut merupakan terobosan dan inovasi dalam rangka penanggulangan krisis air di Indonesia, Saya berharap nantinya seluruh provinsi di Indonesia bisa menerapkan program KKN tematik SPAM perpipaan berbasis masyarakat ini,” Ujarnya.

Kasatker P3SDP Direktorat Bina Program Dirjen Cipta Karya Yoyok Setio Utomo menilai UGM telah berhasil mendampingi masyarakat dalam penyediaan air, khususnya di Jogja. “Kami telah mengembangkan SPAM pedesaan namun belum optimal,” Katanya.

Pihaknya berharap UGM sebagai mitra dapat menjadi perintis sehingga nantinya akan dicontoh kampus lain. Tahap awal pelaksanaan akan dilakukan di tiga provinsi yakni Jawa Barat, NTT dan Bangka Belitung.