Keselamatan Penerbangan Berpengaruh pada Perekonomian DIY

Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. (Foto: Yogyakarta Airport)
Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. (Foto: Yogyakarta Airport)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Gubernur DIY Hamengku Buwono X, berharap, faktor keselamatan penerbangan menjadi prioritas dalam perhubungan udara. Menurut Sultan, kepadatan penerbangan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, termasuk mendukung aspek perdagangan dan pariwisata.

Gubernur menyampaikan hal tersebut dalam sambutan Seminar Internasional Collaborative ATFM Implementation dan 3rd Meeting Multi Nodal ATFM Network, Selasa (27/1/2015), di Hotel Hyatt Yogyakarta.

Seminar ini, kata Gubernur, diharapkan mampu memberikan rekomendasi terkait lalu lintas udara yang meningkat signifikan, sehingga diperlukan pengendalian.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), Bambang Tjahjono, mengatakan, pihaknya sebagai penyelenggara tunggal navigasi udara di Indonesia menunjukkan prioritas dalam peningkatan keselamatan melalui perbaikan peralatan, fasilitas, dan sumberdaya manusia.

“Sebagai Negara Kepulauan, 70 persen penerbangan di Indonesia didominasi penerbangan domestik. Karena itu, perlu ada Air Traffic Flow Management (ATFM) yang mengatur penerbangan domestik yang juga dikoneksikan dengan ATFM regional. Tujuannya, tercipta penerbangan yang aman dan efisien,” terangnya.

BPS Kota Yogyakarta mencatat, jumlah penumpang pesawat udara komersial yang datang melalui Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta pada November 2014, secara keseluruhan berjumlah 259.154 orang, terdiri dari 243.928 orang penumpang penerbangan domestik dan 15.226 orang penumpang penerbangan internasional.

Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 7,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan rincian 8,55 persen penurunan penumpang penerbangan domestik dan 2,93 persen kenaikan penumpang penerbangan internasional.

Penumpang yang berangkat berjumlah 263.494 orang terdiri dari 249.749 orang penumpang penerbangan domestik dan 13.745 orang penumpang penerbangan internasional.

Jumlah tersebut menunjukkan penurunan sebesar 5,73 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan rincian sebesar 5,76 persen penurunan penumpang domestik dan 5,25 persen penurunan penumpang internasional.