Kulon Progo Kembangkan Komoditas Teh Berbasis Agrowisata

Komoditas Teh - Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo saat mengunjungi perkebunan teh menoreh yang menjadi bahan teh suroloyo, Kamis (15/12/2014). Kini Pemkab dan Pemprov DIY berencana mengembangkan komidtas teh berbasis agrowisata. (Foto: Pemkab Kulon Progo)
Komoditas Teh – Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo saat mengunjungi perkebunan teh menoreh yang menjadi bahan teh suroloyo, Kamis (15/12/2014). Kini Pemkab dan Pemprov DIY berencana mengembangkan komidtas teh berbasis agrowisata. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo, JOGJADAILY ** Belakangan produksi teh di Kulon Progo terbilang cukup baik, Selain hasil panen yang memuaskan, Kini para petani terlihat antusias untuk mengembangkan sektor ini. Menanggapi hal tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X dan Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo meresmikan gerakan pencanangan pengutuhan tegakan teh dan agrowisata teh berberapa waktu lalu.

Gerakan ini secara simbolis dihadiri oleh Sultan dengan penandatanganan prasasti dan penanaman teh. Acara tersebut juga dihadiri oleh para stake holder seperti Pimpinan SKPD tingkat DIY maupun Kulon Progo, PT Pangilaran, Asosiasi teh, Kelompok tani teh, camat dan kepala desa.

Gerakan ini ditujukan sebagai bentuk respon pemerintah terhadap keinginan masyarakat untuk memperluas wilayah kebun teh dan mengembangkan kembali komoditas teh di wilayah DIY. Seperti dilansir laman resmi Pemkab Kulon Progo, Petani teh yang tergabung dalam kelompok usaha bersama (KUB) Menoreh Jaya berkeinginan menggalakkan kembali penanaman teh.

Para Petani juga berharap agar wilayah kebun teh semakin luas, Sehingga dapat   memenuhi kapasitas kebutuhan pabrik untuk proses pengolahanya dari pucuk basah ke pucuk kering. Gerakan ini diharapkan mampu menarik para petani lain untuk mengembangkan komoditas teh di DIY, Sehingga pada akhirnya nanti komoditas ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Agrowisata

Selain kebutuhan areal kebun teh, Para petani juga berkeinginan untuk mengembangkan wisata teh. Selain menghasilkan produk teh, Kebun teh Kulon Progo nantinya akan diproyeksikan sebagai pusat agrowisata. Kini para petani yang tergabung dalam KUB telah mengajukan bantuan kepada Pemprov DIY agar secepatnya dapat memberikan bantuan.

Bantuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan agrowisata ini meliputi, Saprodi, Embung untuk penampungan air, Pembangunan gapura masuk, Gardu pandang, Gazebo, Fasilitas MCK, Home stay, Kedai teh, Pelatihan dan pembentuka Pokdarwis. Adapun bentuk bantuan lain untuk pelestarian budaya kesenian topeng ireng, Bangilun dan Rebana.

Komoditas teh di wilayah DIY terbilang masih sangat sedikit, Mengingat hanya ada di Kulon Progo. Kini masih terdapat dua kebun teh yakni di kecamatan  samigaluh dan girimulyo. Masyarakat berharap dengan penambahan area perkebunan dapat menjadikan Kulon Progo sebagai pusat agrowisata teh di DIY. Dengan agrowisata ini, Masyarakat juga berharap dapat mengambil manfaatnya, Seperti retribusi wisata teh.