Pengelolaan Pariwisata Kota Yogyakarta Dirujuk Jepara

NYAMAN - Pemandangan di salah satu sudut Prawirotaman Jogja. (Foto: Djogjahotel.com)
NYAMAN – Pemandangan di salah satu sudut Prawirotaman Jogja. (Foto: Djogjahotel.com)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Sejumlah 19 orang dari Komisi A Kabupaten Jepara berkunjung ke Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (27/1/2015). Kunjungan dimaksudkan untuk belajar pengelolaan kepariwisataan, mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kunjungan kami ke Kota Yogyakarta ini bukan tanpa alasan. Sebab, Kota Yogyakarta sangat terkenal dengan pariwisatanya. Sekalipun Kota Yogyakarta tidak mempunyai pantai seperti kabupaten kami, namun kami menginginkan bagaimana cara mengelolanya,” kata Ketua Rombongan sekaligus Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jepara Ahmad Harmoko.

Ia menjelaskan, Pantai Kartini Jepara kini banyak dikunjungi wisatawan dan memerlukan penanganan serius. Kabupaten Jepara telah ditetapkan sebagai Kabupaten Wisata Bahari dengan destinasi unggulan, Pulau Karimun Jawa. Selain wisata bahari, kabupaten di pesisir Pantai Utara ini mengandalkan kerajinan, terutama ukir-ukiran, sejak puluhan tahun lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Yogyakarta, Tri Mulatsih, menuturkan, Kota Yogyakarta yang hanya memiliki luas wilayah 32 kilometer persegi ini merupakan wilayah pariwisata, terutama sejarah Keraton Yogyakarta. Banyak cagar budaya yang masih dijaga kelestariannya.

Selain pariwisata sejarah, sambung Tri, Kota Yogyakarta memiliki wisata sains di seputaran Kantor Pos Besar Yogyakarta, yakni Taman Pintar. Tempat tersebut merupakan pusat pembelajaran para pelajar untuk mengetahui apa saja tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kota Yogyakarta selalu mengedepankan pelayanan terbaik kepada para wisatawan, dengan membekali pengetahuan dasar kepada para pelaku wisata, kerja sama dengan pengelola hotel mengenai apa saja. Karena, hotel dan pariwisata ini sangat erat hubungannya. Di Kota Yogyakarta juga ada wisata kuliner, di mana hampir semua tempat menjajakan makanan khas Yogyakarta,” terangnya.

Hotel Berbintang Diminati

BPS Kota Yogyakarta mencatat, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di DIY secara rata-rata pada bulan November 2014 sebesar 65,26 persen. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 2,97 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang menunjuk besaran angka 62,29 persen.

TPK hotel non bintang/akomodasi lain rata-rata sebesar 27,03 persen, mengalami kenaikan sebesar 1,57 poin dibandingkan bulan Oktober 2014 yang mencapai besaran angka 25,46 persen.

Rata-rata lama menginap wisatawan di hotel bintang di DIY pada bulan November 2014 menunjuk besaran angka 1,88 malam, atau mengalami kenaikan sebesar 0,18 malam bila dibandingkan dengan rata-rata lama menginap bulan sebelumnya.

Rata-rata tamu menginap terlama 2,09 malam terjadi pada hotel bintang empat sedangkan terpendek 1,55 malam pada hotel bintang satu.

Pada hotel non bintang/akomodasi lain rata-rata lama menginap 1,28 malam, mengalami kenaikan sebesar 0,07 malam jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Jumlah wisatawan yang menginap di hotel selama bulan November 2014 tercatat sebanyak 322.152 orang yang terdiri dari 308.351 orang wisatawan nusantara dan 13.801 orang wisatawan mancanegara.