Tiga Pesan Gubernur untuk Kepala BKPM DIY yang Baru

BERI SELAMAT - Gubernur DIY, Hamengku Buwono X, memberi selamat Kepala BKPM DIY yang baru, Totok Prianamto, Kamis (15/01) di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta. (Foto: Humas DIY)
BERI SELAMAT – Gubernur DIY, Hamengku Buwono X, memberi selamat Kepala BKPM DIY yang baru, Totok Prianamto, Kamis (15/01) di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta. (Foto: Humas DIY)

Kota Yogyakarta , JOGJADAILY ** Gubernur DIY, Hamengku Buwono X, melantik Totok Prianamto sebagai Kepala Badan Kerjasama dan Penanaman Modal (BKPM) Daerah Istimewa Yogyakarta, menggantikan Dominicus Supratikto, Kamis (15/01) di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta.

Pejabat yang lahir di Tarempa, 21 Mei 1962 tersebut berstatus PNS Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang dipekerjakan di Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan Keputusan Gubernur DIY Nomor 006/Pem.D/UP/D.4.

“Dengan status Keistimewaan DIY, setiap aparat birokrasi jangan merasa sudah berada di zona nyaman. Tetapi jabatan yang didudukinya hendaknya diibaratkan kursi panas, di mana sejumlah persoalan yang belum terselesaikan harus dituntaskan di tahun 2015 ini,” ujar Gubernur saat memberi sambutan.

Ada tiga pesan penting Gubernur kepada pejabat yang baru dilantik. Pertama, mengembangkan kerja sama Sister Province dari hubungan G to G ke P to P dalam beragam komunitas dan profesi.

Kedua, segera melakukan inventarisasi atas berbagai Perda Perizinan Kabupaten/Kota.

Ketiga, terkait Bandara Internasional Kulonprogo, Kepala BKPM DIY diharapkan dapat mengkaji terbukanya berbagai sektor usaha dan lapangan kerja baru serta mendukung SKPD terkait di semua level pemerintahan untuk melakukan pelatihan SDM dan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan.

Geliat Kulon Progo

Ada dua agenda besar pembangunan infrastruktur DIY yang bertempat di Kabupaten Kulon Progo, yakni Bandara Internasional Kulon Progo dan Pelabuhan Tanjung Adikarto. Keduanya berpengaruh signifikan bagi pengembangan daerah di sekitar lokasi pembangunan.

Kulon Progo menjadi destinasi investasi prospektif, karena berdekatan dengan wilayah–wilayah strategis, seperti laut dan bandara. Potensi ini diyakini akan meningkatkan daya saing investasi lokal.

“Kulon Progo mempunyai daya saing yang baik karena dekat dengan kawasan-kawasan strategis, baik di dalam maupun luar DIY,” ungkap Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, beberapa waktu lalu.

Perekonomian Kulon Progo semakin menggeliat dengan ditetapkanya Kecamatan Sentolo menjadi kawasan industri. Hasto mengatakan, Sentolo menjadi salah satu kawasan potensial untuk pusat bisnis.

Hasto optimis, geliat investasi Kulon Progo akan meningkatkan perekonomian DIY pada masa mendatang.

“Kulon Progo memiliki daya saing yang pesat dengan modal proyek bandara, pelabuhan, dan pertambangan. Kulon Progo akan menjadi salah satu penopang perekonomian DIY,” tegas Hasto.