Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Jogja Jajaki Kerjasama Dengan Tiongkok

Sektor Pertanian - Perwakilan Pemerintah Distrik Chengdu mengadakan kunjungan kerja ke Jogja, Jum'at (9/1/2015). Kini Pemprov Jogja tengah menjajaki kerjasama dengan tingkok untuk meningkatkan hasil pertanian. (Foto: Pemprov DIY)
KUNKER – Perwakilan Pemerintah Distrik Chengdu mengadakan kunjungan kerja ke Jogja, Jum’at (9/1/2015). Kini Pemprov Jogja tengah menjajaki kerjasama dengan tingkok untuk meningkatkan hasil pertanian. (Foto: Pemprov DIY)

Kota Jogja, JOGJADAILY ** Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY membuka peluang untuk melakukan kerjasama dengan Pemerintah distrik Chengdu Tiongkok. Sebelumnya Pemerintah Distrik Chengdu Tiongkok telah melakukan lawatan ke Pemda DIY untuk menjajaki kerjasama dalam bidang pertanian pada Jum’at (9/1/2015).

Pertanian merupakan sektor penting bagi perekonomian DIY. Terkait hal tersebut asisten perekonomian dan pembangunan sekda DIY Didik Purwadi saat membacakan sambutan Gubernur mengatakan 75 % lahan di DIY merupakan tanah pertanian sehingga sektor pertanian mempunyai peran penting dalam struktur ekonomi.

Lanjut Didik sektor pertanian merupakan penyumbang produk domestik bruto (PDB) ketiga terbesar di DIY setelah sektor jasa dan sektor perdagangan, restoran dan perhotelan. Gubernur berharap kunjungan kerja dari Chengdu ini dapat meningkatkan kemitraan strategis antara dua belah pihak.

Pertanian distrik Chengdu Tiongkok mengalami kemajuan karena didukung dengan berbagai kemajuan teknologi yang memadai. Wakil kepala Pemerintah distrik Chengdu Tu Jinquan menjelaskan Chengdu meraih berbagai kemajuan dibidang pertanian berkat majunya teknologi mesin – mesin pertanian yang mereka miliki.

Sebelumnya Pemerintah distrik Chengdu telah melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya. Lanjut Jinquan dengan modernisasi dan mekanisasi di bidang pertanian, Chengdu mampu meningkatkan produktifitas pertaniannya.

Kini dengan konsep pertanian modern, 70 % sektor pertanian di Chengdu sudah dimekanisasi terutama saat panen. Pihaknya berharap Pemda DIY dapat melakukan kunjungan balasan ke distrik Chengdu suatu saat nanti.

Dalam kesempatan ini perwakilan Pemerintah distrik Chengdu memberikan presentasi tentang xindu modern agriculture park, gifore agriculture machinery, dan Sichuan chuanlong tractor manufacturing. Rencananya Pemerintah distrik Chengdu akan melakukan kunjungan ke Kulon Progo untuk melihat pertanian yang ada di sana.

Harga Beras

Beras masih menjadi produk pertanian unggulan di Indonesia. Bahkan harga pembelian pasar (HPP) beras di Indonesia lebih tinggi dibanding harga pasaran Thailand, Vietnam, dan Myanmar yang dipatok rata – rata RP. 6000 per Kg.

Kepala Perum Bulog Divre DIY Langgeng Wisnu Adenugroho mengatakan Harga beli beras di Indonesia lebih bagus, Namun kekurangan kita adalah sistem yang mengakibatkan harga antar pulau terlampau jauh padahal produktifitas lahan bagus.

Langgeng mengaku untuk meningkatkan hasil produktivitas pertanian, Indonesia harus melakukan mekanisasi di bidang pertanian sebagaimana yang dilakukan oleh Thailand dan Vietnam.