DIY Siap Wujudkan Target Produksi Perikanan Nasional

OPTIMIS - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Andung Prihadi Santosa saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu. Ia optimis, DIY dapat menjadi pionir pencapaian target perikanan nasional. (Foto: Arif Giyanto)
OPTIMIS – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Andung Prihadi Santosa saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu. Ia optimis, DIY dapat menjadi pionir pencapaian target perikanan nasional. (Foto: Arif Giyanto)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Andung Prihadi Santosa, menyatakan kesiapannya dalam mewujudkan target Kemenko Kemaritiman, terutama perikanan.

Menurut Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo, volume perikanan tangkap Indonesia hanya 7 juta per tahun. Ia mencanangkan target perolehan perikanan total, baik tangkap maupun budidaya, hingga 50 juta per tahun. Perikanan budidaya menjadi solusi pencapaian target tersebut.

“Pemda DIY sejak 2012 menggulirkan visi among tani dagang layar. Visi ini memungkinkan prioritas pemerintahan pada kemaritiman. Pembangunan mega infrastruktur Bandara Internasional Kulon Progo berbarengan dengan dibangunnya Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto,” ujar Andung kepada Jogja Daily, beberapa waktu lalu di kantornya.

Ia menjelaskan, dengan pengelolaan khusus, potensi perikanan dan kelautan DIY dapat memberi sumbangsih besar pada pencapaian target perikanan nasional 2019. Dengan panjang pantai sekira 113 kilometer, Pemda DIY tidak diragukan lagi dapat berperan kunci memenuhi kebutuhan Indonesia dan dunia akan ikan.

“Kita tahu, program kemaritiman pemerintah saat ini sangat bagus. Selain penguatan infrastruktur dan konektivitas antarpulau, industri maritim dan energi terbarukan juga mendapat porsi besar. Meski demikian, perikanan menjadi pionir karena secara daya dukung sekarang, lebih cepat direalisasikan,” tutur Andung.

Apabila perikanan menjadi rujukan keberhasilan perdana, sambungnya, Pemda DIY dapat diandalkan untuk meraih target yang telah disosialisasikan.

“Perikanan budidaya air tawar terkonsentrasi di Kabupaten Sleman, meski secara geografis Sleman jauh dari pantai. Sementara perikanan budidaya payau Pemda DIY mengandalkan Kabupaten Bantul,” ucapnya.

Konten Lokal

Kemenko Kemaritiman memprioritaskan konten lokal untuk membangun kekuatan maritim Indonesia. Bukan hanya sumberdaya alam, tapi juga pakar dan ahli maritim anak bangsa. Kampus, salah satunya.

Pada sektor perikanan, Kemenko Kemaritiman concern melakukan site selection, pemilihan benih ikan unggul, pakan berkualitas, obat anti-virus, teknologi perikanan budidaya, dan pemasaran.

Upaya ini dirasakan menjadi jalan jitu di tengah perang terhadap illegal fishing yang ramai dibicarakan publik pada seratus hari pemerintahan.