Gapai Swasembada Pangan, Sleman Kembangkan Minapadi dan Ugadi

TINGKATKAN PRODUKTIVITAS - Areal mina padi di Ngemplak, Sleman. (Foto: mivecblog.com)
TINGKATKAN PRODUKTIVITAS – Areal minapadi di Ngemplak, Sleman. (Foto: mivecblog.com)

Sleman, JOGJADAILY ** Berkunjunglah ke Dusun Ndero Harjobinangun, Dusun Samberembe Candibinangun, dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Pakem Sleman. Ketiga tempat itu kini menjadi tempat uji praktik minapadi (ikan padi) dan ugadi (udang galah padi).

“Luas lahan pertanian Sleman sekitar 22 ribu ha. Ada sekitar 63 ha untuk lahan mina padi dan ugadi, karena tidak semua lahan pertanian bisa dijadikan sebagai lahan minapadi dan ugadi,” ujar Sekda Sleman Sunartono, sewaktu menerima Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof Sri Adiningsih dan anggota, Prof Sudarta.

Ia menerangkan, ikan yang ditabur, yaitu jenis nila, tawes, dan udang. Sementara padi yang ditanam berjenis umur panjang dengan sistem Jajar Legowo (jarak tanam 25 cm x 12,5 cm). Saat ini juga dikembangkan minapadi model Kodal (kolam dalam 60-80 cm).

“Minapadi dan ugadi di Sleman telah dilakukan selama dua kali. Lahan seluas 1.000 m dapat meningkatkan produksi padi sekitar 20-30 persen, ikan nila dan tawes 3-4 juta, dan udang 5-6 juta,” ucap Sunartono.

Sementara itu, menurut anggota Kelompok Tani Mina Muda Samberembe, Satrianto, sebelumnya, untuk 1000 m tanaman padi hanya mampu produksi 6 kuintal. Setelah dilakukan pola minapadi, produksi padi meningkat 7-8 kuintal ditambah keuntungan yang didapat dari ikannya.

“Keuntungan dari minapadi dan ugadi mengurangi penggunaan pupuk hingga 70 persen, karena kotoran ikan dapat menjadi pupuk tanaman, beras (menjadi) mentes, tanaman kokok dan gulma tanaman dapat menjadi makanan ikan dan udang, tikus juga tidak masuk ke tanaman padi karena terhalang kolam,” ungkapnya.

Satrianto menuturkan, kendala yang dihadapi, yakni kesulitan memperoleh benih udang karena harus indent selama dua bulan di tempat pembibitan, Samas, Bantul. Selain itu, belum ada teknologi pengolahan pakan ikan alternatif menggunakan bahan-bahan dari lingkungan lokal.

Model Nasional

Adiningsih mengatakan, pola minapadi dan ugadi bisa dijadikan model secara nasional, karena terbukti meningkatkan produksi 20-30 persen yang dapat mendukung upaya pemerintah untuk swasembada pangan.

“Model ini juga dapat menjadi potensi wisata mina tur karena banyak orang tertarik untuk mengunjunginya. Selain dapat menikmati keindahan lingkungan, belajar, sekaligus menikmati ikan. Ke depan, perlu dikembangkan, sehingga mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi dan menghidupkan perekonomian,” kata Adiningsih.

Ia mengapresiasi kelompok tani yang mengembangkan produk pangan terintegrasi, yakni padi, udang, ikan, dan tanaman lain seperti kacang panjang di pematang sawah, dalam satu lahan pertanian. Hal tersebut dapat menjadi upaya pendukung program swasembada pangan.