Mathventure 2015 Goes To Alor UMBY Literasikan Matematika di MTs Negeri Kalabahi

ANTUSIAS - Salah satu aktivitas penugasan matematika di MTs Negeri Kalabahi, Alor, NTT, oleh Mathventure 2015 Goes To Alor UMBY. (Foto: Arif Giyanto)
ANTUSIAS – Salah satu aktivitas penugasan matematika di MTs Negeri Kalabahi, Alor, NTT, oleh Mathventure 2015 Goes To Alor UMBY. (Foto: Arif Giyanto)

Kalabahi, JOGJADAILY ** Tim Mathventure 2015 Goes To Alor UMBY mengajarkan literasi matematika di MTs Negeri Kalabahi, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini dirasa penting karena Alor adalah kabupaten potensial yang membutuhkan generasi penerus rasional dan kreatif di masa depan.

“MTs Negeri Kalabahi sengaja kami pilih karena prestasi sekolah yang fantastis di tingkat Kabupaten Alor dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selain memperkenalkan literasi matematika, kami juga dapat belajar banyak kepada para guru yang luar biasa di sini,” ujar anggota tim Mathventure 2015 Goes To Alor UMBY, Marlina, Sabtu (14/2/2014), di Kalabahi.

Lina mengatakan, pemilihan sekolah bukan perkara mudah, karena selain penguasaan medan yang belum begitu diketahui, minat siswa pada matematika masih minim.

“Seperti umumnya siswa di Indonesia, matematika masihlah dianggap mata pelajaran yang kurang menarik karena kekurangmengertian mereka pada kegunaannya. Anak-anak di Alor lebih ekspresif dan membuka peluang besar menguasai matematika bila ditangani lebih intens,” terang mahasiswi FKIP Matematika Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kampus II itu.

Menurutnya, faktor nutrisi makanan siswa yang rata-rata menyukai ikan laut bergizi tinggi memungkinkan generasi muda Alor tumbuh dan berkembang lebih maksimal dengan nutrisi pengetahuan, terutama matematika, yang secara fungsional sangat dibutuhkan masyarakat Alor.

“Sampan untuk memancing ikan memiliki layar berbentuk segitiga. Rasi bintang atau kompas sebagai panduan arah sewaktu di laut membutuhkan penghitungan matematika. Hal-hal seperti itu yang kami perkenalkan kepada siswa agar mereka menyukai matematika lantaran dekat sekali dengan kehidupan mereka,” ucap Lina.

Belum lagi, sambungnya, keterbukaan masyarakat Alor menerima budaya baru yang baik dapat menjadi tumpuan penting perkembangan pendidikan.

“Mimpi membangun kapal sebesar sekolah mereka, misalnya, atau cita-cita menjadi guru matematika dapat terinternalisasi kepada siswa dengan pendekatan aktif yang menyenangkan. Semoga hal ini dapat menginspirasi banyak pihak, khususnya dalam konteks pembelajaran matematika,” tuturnya.

Respons Baik

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah respons pihak sekolah yang sangat ramah dan baik. Selain membantu penyelenggaraan pengajaran di kelas, para guru tidak sungkan memberi informasi yang dibutuhkan. Interaksi ini sangat mempengaruhi proses belajar mengajar yang sama sekali berbeda dengan umumnya sekolah di Pulau Jawa.

JUMAT BERSIH - Kepala Sekolah MTs Negeri Kalabahi, Zufri (kanan), turut dalam agenda Jumat Bersih. (Foto: Arif Giyanto)
JUMAT BERSIH – Kepala Sekolah MTs Negeri Kalabahi, Zufri (kanan), turut dalam agenda Jumat Bersih. (Foto: Arif Giyanto)

“Citra Yogyakarta sebagai Kota Pelajar terasa hingga ke Alor. Banyak profesional, terutama guru, merupakan lulusan kampus-kampus di Jogja. Mereka seperti bernostalgia ketika berbicara dengan semua anggota tim,” kata Lina.

Dengan program ini, kampus UMBY juga otomatis turut dipromosikan di kalangan pendidikan Kabupaten Alor. Ukuran kualitas kampus dapat diukur, salah satunya dengan kualitas semua anggota tim dalam memperkenalkan literasi matematika.

“Meski harus beradaptasi, mulai dari bahasa, makanan, hingga pemahaman perilaku siswa, over all, program hingga kini, terasa sangat menyenangkan. Kami tidak merasa asing di sini,” pungkasnya.