Mathventure 2015 Goes To Alor UMBY Promosikan Kain Tenun Ikat Alor

TEKUN - Seorang gadis Kadelang, Kalabahi, Alor, tengah menenun kain tenun ikat. (Foto: Arif Giyanto)
TEKUN – Seorang gadis Kadelang, Kalabahi, Alor, tengah menenun kain tenun ikat. (Foto: Arif Giyanto)

Kalabahi, JOGJADAILY ** Selain dikarunia alam nan indah rupawan, Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur (NTT) juga menyimpan potensi kerajinan tangan menarik bernama kain tenun ikat alor. Produk ini lazim ditemukan di berbagai daerah di NTT dengan bermacam motif yang disesuaikan kreativitas masing-masing tempat.

“Kain tenun ikat alor adalah kreativitas rupawan yang layak dipromosikan ke dunia. Indonesia pantas bangga dengan produk tersebut, karena dibuat dengan ketelitian luar biasa, di samping aktivitas utama masyarakat nelayan sebagai nelayan,” ujar anggota tim Mathventure 2015 Goes To Alor UMBY, Wiji Puspandini, Kamis (12/2/2015), di Kalabahi, Alor.

Ia menjelaskan, kain tenun ikat dibuat dalam tempo sebulan dan dihargai rata-rata Rp1 juta. Pengerjaan dilakukan bertahap mulai pewarnaan, penggulingan, pengikatan, pencelupan tiga kali, membuka ikatan, hingga menenun. Ketelitian menjadi kunci kualitas produk karena semua peralatan yang digunakan masih tradisional.

“Literasi matematika dapat memberi perspektif optimis tentang promosi daerah dengan karya kerajinan masyarakatnya. Apabila masyarakat sadar matematika dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, kerajinan kain tenun ikat Alor dapat menjadi salah satu tumpuan pertumbuhan ekonomi masyarakat Alor,” ujar mahasiswi FKIP Matematika UMBY tersebut.

Marlina (kiri) dan Wiji Puspandini (kanan) di area pembuatan kain tenun ikat Kadelang, Kalabahi, Alor. (Foto: Arif Giyanto)
Marlina (kiri) dan Wiji Puspandini (kanan) di area pembuatan kain tenun ikat Kadelang, Kalabahi, Alor. (Foto: Arif Giyanto)

Dini, begitu ia biasa disapa, menambahkan, umumnya siswa sekolah di Alor masih menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dipelajari. Dukungan dan dedikasi para staf pengajar sangat dibutuhkan untuk mengurangi tingkat kesulitan terhadap matematika.

“Matematika ada dalam perikehidupan semua masyarakat. Memahami matematika yang berguna bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat akan menggairahkan pemberdayaan perekonomian. Selanjutnya, semua kreativitas dapat diproduksi terus-menerus dengan nilai tambah yang positif,” ucap Dini.

Literasi Matematika

Tim Mathventure 2015 Goes To Alor diinisiasi FKIP Matematika Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Misi tim ini adalah ‘Literasi Matematika dalam Konteks Kewirausahaan dan Promosi Daerah’. Anggota tim terdiri dari Marlina, Anang Arum Pamungkas, Hidayaturrahman, dan Wiji Puspandini. Semuanya adalah mahasiswa kelas karyawan di Kampus II.

Selain mengajar dan mempromosikan UMBY, tim juga menggagas berbagai hal untuk kemajuan pendidikan Indonesia, seperti vokasi maritim dan promosi daerah berbasis pendidikan.

Tim tinggal di Kalabahi Alor sekira dua minggu efektif dan berbaur dengan masyarakat untuk saling bertukar pengetahuan, terutama tentang pentingnya pengajaran matematika.