Sejuk Mewangi Kebun Teh Kulon Progo

 

CERIA - Dua orang gadis tengah berpose di antara perkebunan teh Kulon Progo. (Foto: Azmiyatul Blogspot)
CERIA – Dua orang gadis tengah berpose di antara perkebunan teh Kulon Progo. (Foto: Azmiyatul Blogspot)

Kulon Progo, JOGJADAILY ** Bagi Anda pencinta wisata luar ruangan, perkebunan teh nan teduh yang berlokasi di Dusun Tritis Desa Ngargosari dan Dusun Nglinggo Timur Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, dapat menjadi pilihan berlibur Anda bersama keluarga.

Lokasi kebun teh berbatasan dengan Kabupaten Magelang di sebelah utara dan Kabupaten Purworejo di sebelah barat perbukitan.

Dari Kota Jogja, Anda dapat menempuh perjalanan melewati Jalan Godean ke arah barat, hingga bertemu Perempatan Kentheng Nanggulan. Selanjutnya, berbeloklah ke kanan (arah utara) hingga bertemu Perempatan Dekso Kalibawang dengan patung garuda sebagai tandanya.

Dari Perempatan Dekso, berbeloklah ke arah barat menuju Pagerharjo sekira 30 kilometer hingga bertemu Daerah Totogan. Luruslah menuju Purworejo. Sesampainya di Pertigaan Plono, berbeloklah ke arah kanan (naik). Anda pun sampai di perkebunan teh.

Nuansa pegunungan sejuk, bersanding dedaunan teh yang tertata rapi, ditambah aroma teh mewangi akan membuat Anda betah berlama-lama. Panoramanya menarik, menginspirasi Anda untuk melakukan sesuatu yang berbeda usai berkunjung. Penat Anda saat menjalani rutinitas dapat terurai perlahan dengan menikmati suasana perkebunan yang menyegarkan.

Keberadaan perkebunan teh Kulon Progo semakin kukuh dengan penanaman bibit teh master oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo akhir tahun lalu. Bibit teh master adalah tanaman teh yang tidak dipangkas dan dibiarkan tinggi untuk menjadi indukan.

Di sana, teh produk lokal Yogyakarta bernama Teh Suroloyo diproduksi PT Pagilaran. Nama Teh Suroloyo diambil dari Puncak Suroloyo; ikon Pegunungan Menoreh Kulon Progo.

Kini, para petani teh tengah berupaya untuk meningkatkan hasil perkebunan teh dan berharap masyarakat Kulon Progo dapat menikmati dan membeli produk Teh Suroloyo. Perkebunan teh juga dapat dikembangkan menjadi desa wisata atau agrowisata yang mendukung pertanian dan perkebunan masyarakat serta bisa meningkatkan penghasilan dan perekonomian masyarakat.

Kerja Sama Pengembangan

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan Pemerintah Kabupaten Magelang membahas kerja sama pengembangan perkebunan teh. Pasalnya, Kulon Progo memiliki pabrik teh dan bisa dimanfaatkan lebih optimal oleh masyarakat Kulon Progo dan sebagian masyarakat Magelang di lereng Menoreh yang wilayahnya potensial, seperti Kecamatan Salaman dan Borobudur.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, Sutarto, menyampaikan bahwa Gubernur DIY sangat berkomitmen pada program perkebunan teh. Salah satunya dapat dilihat dari diwujudkannya anggaran pengembangan teh.

Direktur Produksi PT Pagilaran Ngadiman, menyampaikan, peluang teh sangat potensial baik di luar maupun di dalam negeri. Produk PT Pagilaran yang diekspor sekitar 80 persen dari total produksi, dan 20 persen dikonsumsi dalam negeri.

“Di Indonesia setiap hari dengan mudah ditemui jamuan teh,” katanya.