SMK Negeri 1 Sanden, Vokasi Maritim Bantul Berstandar Internasional

BERKUALITAS DUNIA - SMK Negeri 1 Sanden Bantul kini telah tersertifikasi internasional. (Foto: ikelas.com)
BERKUALITAS DUNIA – SMK Negeri 1 Sanden Bantul kini telah tersertifikasi internasional. (Foto: ikelas.com)

Bantul, JOGJADAILY ** SMK Negeri 1 Sanden Bantul kini berstandar internasional. Sertifikat Approval ANKAPIN II 1995/IMO (International Maritime Organization) diberikan kepada SMK Negeri I Sanden oleh Dewan Penguji Keahlian Pelaut (DPKP) Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI.

Sertifikat ANKAPIN (Ahli Nautika Kapal Penangkap Ikan) Tingkat II SCTW-F 1995/IMO baru diberikan kepada 20 SMK di Indonesia.

“Di Indonesia baru ada 20 SMK yang mendapat sertifikat approv IMO. Salah satunya yaitu SMK Negeri I Sanden yang merupakan sekolah kejuruan kelautan yang masih jarang ada di Indonesia. Pemerintah mendukung SMK Kelautan yaitu lebih diperhatikan untuk meningkatkan mutu kualitasnya,” ujar Kepala Bidang Pelaut Perikanan DPKP Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI Djojo Suwardjo, Sabtu (14/2/2015).

Sertifikasi IMO bagi SMK sangat penting untuk menunjukkan status dan kualitas sekolah. Pemberian sertifikat tersebut juga menjadi pengakuan bagi tenaga kerja Indonesia yang berkualitas.

“Saat ini ada 4.400 siswa kejuruan kelautan di seluruh Indonesia. Angka tersebut belum banyak karena tersebar seluruh Indonesia yang masih jarang sekolah kelautan. Untuk itu, perlu adanya dukungan untuk peningkatan sekolah kelautan. SMK harus direvitalisasi dan ditingkatkan mutu kualitasnya. Bahkan Pemerintah akan membantu dana sebesar 9,2 T untuk peningkatan SMK,” kata Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud RI Mustaqfirin Amin.

Sejak berdiri pada 2004, SMK N I Sanden telah meluluskan 1.616 siswa. Alumnus bisa langsung direkrut perusahaan negara lain, salah satunya Jepang, atau melanjutkan pendidikan ke STP (Sekolah Tinggi Perairan).

“Kami mewakili Bupati Bantul dan seluruh Pemerinitah Daerah Bantul sangat bangga dan apresiasi terhadap prestasi SMK N I Sanden yang sudah bisa meningkatkan kualitasnya berstandar internasional. Kami harap bisa melebarkan kerja sama dengan negara lain,”sambut Asisten I Bidang Pemerintahan sekaligus PLT Sekda Misbakhul Munir, saat membacakan sambutan Bupati.

Kampanye Cinta Bahari

Dukungan terhadap vokasi maritim dilakukan Pemkab Bantul dengan melakukan kampanye di kalangan generasi muda. Beberapa waktu lalu, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul menyelenggarakan Sosialisasi Penumbuhan dan Peningkatan Kapasitas Organisasi Saka Bahari atau Kampanye Cinta Bahari di beberapa sekolah.

Kampanye Cinta Bahari bertujuan untuk mengenalkan kepada generasi muda tentang laut berikut segala aspeknya. Laut sebagai sumberdaya, sumber ilmu dan pengetahuan, teknologi, ekonomi, sosial, pariwisata, dan lainnya dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menekuni profesi yang berhubungan dengan kelautan.

Selama kampanye, panitia mendatangkan narasumber kompeten di bidang kelautan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Akademi Maritim Yogyakarta (AMY), SMK N I Sanden atau lebih populer disebut SMK Kelautan, juga praktisi nelayan yang berhasil mengelola kapal.

Sebagai peserta, para siswa mendapatkan atribut dan alat tulis yang dihiasi pesan-pesan kelautan agar mindset tentang laut tertanam mendalam di dalam pikiran siswa.

Secara umum, para narasumber menekankan, pola pikir Bangsa Indonesia harus berubah darimainstream pembangunan daratan menjadi laut. Konsep Pembangunan Poros Maritim Dunia akan berimplikasi pada banyaknya kebutuhan SDM kelautan.

Perubahan budaya masyarakat akan lebih efektif jika dimulai dari bidang pendidikan. Oleh sebab itu, Kampanye Cinta Bahari sangat diapresiasi SKPD lain, yaitu Dinas Pendidikan Dasar dan Dinas Pendidikan Menengah dan Non-formal. Kedua instansi tersebut berharap, kegiatan Kampanye Cinta Bahari lebih diperluas dengan kegiatan di lapangan, sehingga siswa dapat secara langsung mengetahui laut dengan segala potensi dan permasalahannya.