Wisata Edukasi Maritim ke Museum Bahari Yogyakarta

Replika anjungan kapal perang di Museum Bahari Yogyakarta. (Foto: Arif Giyanto)
Replika anjungan kapal perang di Museum Bahari Yogyakarta. (Foto: Arif Giyanto)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Tempatnya menawan bagi para pencinta sejarah. Sebagian warga Yogyakarta mengaku kurang mengetahuinya. Anda dapat menimba banyak ilmu di sana. Namanya, Museum Bahari Yogyakarta.

Tempatnya tak jauh dari Jalan Malioboro. Dari titik nol, Anda dapat menempuh perjalanan ke arah barat. Setelah melewati tiga traffic light, lihatlah ke kiri jalan. Anda harus memelankan kendaraan Anda, lantaran Museum Bahari Yogyakarta memang mungil. Plakatnya pun tidak terlalu besar.

Jangan kaget, bila kedatangan Anda akan disambut replika meriam berputar kapal perang. Ya, pintu masuk museum didesain serupa anjungan kapal perang. Nuansa maritim langsung terasa setelah Anda memasuki pintu utama. Di sana-sini tampak poster besar pelabuhan-pelabuhan internasional dari beberapa kota besar dunia.

“Museum ini diprakarsai Laksamana Madya TNI (Pur) Yosafat Didik Heru Purnomo. Sebagai seorang prajurit TNI AL, beliau memiliki kecintaan pada kelautan. Beliau resah pada generasi muda yang tidak lagi concern terhadap bidang kelautan. Rumah pribadinya ini lantas dihibahkan sebagai museum,” ujar Serma Sukro, pengelola museum, kepada Jogja Daily.

Ia menjelaskan, Museum Bahari Yogyakarta didirikan dengan tujuan membuka wawasan dan pengetahuan tentang kelautan dalam arti seluas-luasnya bagi bangsa Indonesia, khususnya generasi muda.

Pengelola Museum Bahari Yogyakarta, Serma Sukro. (Foto: Arif Giyanto)
Pengelola Museum Bahari Yogyakarta, Serma Sukro. (Foto: Arif Giyanto)

“Dengan mengenal kemaritiman secara lebih dekat, diharapkan generasi muda, sebagai harapan bangsa, lebih mencintai laut dan memberdayakan sumberdaya kelautan,” terang Sukro.

Museum Bahari Yogyakarta resmi dibuka untuk umum pada 25 April 2009. Para pengunjung dapat menikmati seluk beluk dunia maritim, mengetahui secara detail isi anjungan kapal perang, serta film dokumenter sejarah TNI AL.

Banyak Koleksi

Pengunjung dapat melihat koleksi kelautan dan pertahanan laut, berupa meriam, bom laut, torpedo, alat selam, telegraf, miniatur kapal, peta laut dunia, jangkar, dan replika kapal beserta komponen-komponen di dalamnya.

Museum Bahari memiliki empat ruang utama, yaitu ruang koleksi dan suvenir, ruang koleksi yang terdapat di lantai dua, ruang anjungan, dan ruangan audio visual untuk pemutaran film yang berkaitan dengan kelautan.

Koleksi Museum Bahari Yogyakarta di lantai satu. (Foto: Arif Giyanto)
Koleksi Museum Bahari Yogyakarta di lantai satu. (Foto: Arif Giyanto)

Koleksi Museum Bahari Yogyakarta di antaranya senjata meriam, bom laut, torpedo, ranjau laut, radar, sonar, kompas magnet, GPS, liferalt, teropong, sextant, kemudi kapal, miniatur berbagai jenis kapal perang, kelengkapan TNI, radio telekomunikasi.

“Dengan mendatangi Museum Bahari Yogyakarta, terutama generasi penerus, akan gamblang tentang sejarah kebesaran maritim Nusantara di masa lalu. Mereka akan bangga sebagai Bangsa Bahari. Bangsa yang sejajar dengan bangsa-bangsa besar di dunia,” tegas Sukro mantap.