Wujudkan Program 100-0-100, Pemkot Yogyakarta Gandeng UII

KOMPAK - Rektor UII Harsoyo beserta civitas akademik UII mengunjungi Pemkot Yogyakarta, Senin (23/2/2015), diterima Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. (Foto: Pemkot Yogyakarta)
KOMPAK – Rektor UII Harsoyo beserta civitas akademik UII mengunjungi Pemkot Yogyakarta, Senin (23/2/2015), diterima Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. (Foto: Pemkot Yogyakarta)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Pemerintah Kota Yogyakarta kini tengah menindaklanjuti program 100-0-100, yang telah dicanangkan beberapa waktu lalu. Program tersebut menargetkan 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan pemukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak, dalam lima tahun ke depan.

Dalam menjalankan program ini, Pemkot Yogyakarta melakukan pendekatan melalui metode ABCG, yakni pendekatan akademisi, bisnis, community, dan government.

Beberapa perkembangan yang telah dilakukan bersama Universitas Islam Indonesia (UII), antara lain pengembangan laboratorium minyak atsiri, pengembangan halal centre bekerja sama dengan Chulalongkorn University Australia, serta pengembangan mobil listrik berbasis android.

“Banyak hal yang bisa dilakukan Pemkot Yogyakarta bersama UII dalam program ke masyarakat. Kami sangat terbuka untuk kerja sama dengan dunia pendidikan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti.

Rujukan

Pemkot Yogyakarta dapat dikatakan menjadi rujukan tepercaya beberapa pemerintah daerah tingkat II di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari aktivitas kunjungan studi banding yang tidak sedikit.

Kamis (26/2/2015), Komisi A dan Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan berkunjung untuk belajar pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Yogyakarta dan kendala-kendala yang dihadapi.

Sebelumnya, Rabu (25/2/2015), Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man, melakukan pembelajaran Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kota Yogyakarta.

Kota Kupang Nusa Tenggara Timur sebagai daerah otonom melalui Badan Penelitian dan Pengembangan tahun 2015 akan melakukan kajian pengaruh program pemberdayaan ekonomi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Kota Yogyakarta terpilih sebagai sasaran studi banding oleh Pemerintah Kota Kupang karena telah memiliki program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dinilai terlaksana dengan baik.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Yogyakarta beserta Dinas Perindagkoptan dan KPMP Kota Yogyakarta telah melaksanakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis wilayah.

“Sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 dan digariskan dalam penjelasan UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah bahwa secara konstitusional maupun legal, pelaksanaan otonomi daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat,” jelas Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Yulia Rustiyaningsih.