2015, Pemkab Sleman Fasilitasi Rawat Inap Delapan Puskesmas

RAWAT INAP - Bupati Sleman Sri Purnomo, Jumat (27/2/2015) saat meresmikan Gedung Rawat Inap Puskesmas Turi. (Foto: Pemkab Sleman)
RAWAT INAP – Bupati Sleman Sri Purnomo, Jumat (27/2/2015) saat meresmikan Gedung Rawat Inap Puskesmas Turi. (Foto: Pemkab Sleman)

Sleman, JOGJADAILY ** Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Sleman telah memiliki enam Puskesmas yang memiliki sarana rawat inap. Pada 2015, dua Puskesmas, yakni Puskesmas Godean dan Puskesmas Berbah akan menyusul.

“Hal ini sejalan dengan tugas pemerintah, yakni memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dalam segala bidang,” ujar Bupati Sleman Sri Purnomo, Jumat (27/2/2015) saat meresmikan Gedung Rawat Inap Puskesmas Turi.

Bupati menjelaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman telah menyusun kebijakan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kebijakan tersebut meliputi perubahan paradigma, pembenahan organisasi, peningkatan profesionalisme SDM Kesehatan, pembenahan sistem pembiayaan, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan termasuk pembenahan sistem informasi.

“Upaya peningkatan mutu pelayanan pada sarana kesehatan milik pemerintah menjadi prioritas utama pemerintah sesuai dengan tuntutan masyarakat. Hal ini dikarenakan pelayanan kesehatan merupakan substansi dasar kebutuhan masyarakat,” terang Sri Purnomo.

Oleh karena itu, sambungnya, Pemkab Sleman berupaya melakukan pembenahan Puskesmas agar dapat memberikan pelayanan kesehatan bermutu. Puskesmas sebagai sarana kesehatan terdekat dengan masyarakat harus mampu membuktikan kemampuannya dalam memberikan layanan kepada para pengguna.

“Dengan diresmikannya gedung rawat inap ini semakin mendekatkan sarana kesehatan kepada masyarakat, dan tentunya semakin menambah sarana pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan rawat inap di Sleman,” kata Bupati.

Gedung rawat inap Puskesmas Turi berada di sebelah utara Puskesmas Turi, meliputi 10 ruang rawat inap yang dilengkapi ruang UGD, ruang bersalin, ruang dapur, ruang obat, musala, dan sarana pendukung lain.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Mafilinda Nuraini, dana yang diperlukan untuk pembangunan gedung rawat inap mencapai Rp1,7 miliar dan untuk sarana pendukung Rp952 juta. Gedung tersebut berdiri di atas tanah kas desa Donokerto Turi seluas 2.580 m2.

Kepala Puskesmas Turi, Dulzaini, menyatakan kesiapannya untuk mengoperasinalisasikan rawat inap, karena didukung SDM memadai.

Usia Harapan Hidup Capai 76,10 Tahun

Data derajat kesehatan masyarakat Sleman tahun 2013 memang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator umum, antara lain peningkatan usia harapan hidup dari 76,08 tahun menjadi 76,10 tahun, di atas rata-rata provinsi yaitu 74 tahun dan nasional 70,6 tahun.

Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup sebesar 4,60 atau lebih baik dibandingkan dengan angka provinsi sebesar 16 dan angka nasional sebesar 34 per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan persentase gizi buruk balita sebesar 0,45 persen, atau masih lebih baik dibanding provinsi sebesar 0,68 persen dan nasional sebesar 4,9 persen.