2015, Target Penerimaan Pajak KPP Sleman Rp1,588 Triliun

TELADANI - Bupati Sleman Sri Purnomo selaku pribadi meneladani warga dengan menyerahkan SPT PPh perorangan ke Kantor Pajak Pratama Sleman Ring Road Utara Yogyakarta, Rabu (11/3/2015). (Foto: Pemkab Sleman)
TELADANI – Bupati Sleman Sri Purnomo selaku pribadi meneladani warga dengan menyerahkan SPT PPh perorangan ke Kantor Pajak Pratama Sleman Ring Road Utara Yogyakarta, Rabu (11/3/2015). (Foto: Pemkab Sleman)

Sleman, JOGJADAILY ** Pada 2015, target penerimaan pajak Kantor Pajak Pratama (KPP) Sleman sebesar Rp1,588 triliun dengan realisasi sampai dengan 10 Maret 2015 sebesar Rp165,6 miliar atau 10,43 persen.

“Sampai saat ini, Wajib Pajak yang telah menyampaikan SPT tahunan ke KPP Sleman sebanyak 11.350 WP; mengalami peningkatan dibanding tahun 2014 sebanyak 10.627 WP,” ujar Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sleman, Yusron Purbatin Hadi, Rabu (11/3/2015).

Yusron menjelaskan, penyampaian SPT tahunan PPh dapat dilakukan langsung ke kantor pajak maupun melalui E-filing.

Bupati Sleman Sri Purnomo selaku pribadi meneladani warga dengan menyerahkan SPT PPh perorangan ke Kantor Pajak Pratama Sleman Ring Road Utara Yogyakarta, Rabu (11/3/2015).

Saat mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Sleman, Harda Kiswaya, mengemukakan, untuk optimalisasi pendapatan daerah, perlu pendampingan intensifikasi PPh OPDN (Pajak Penghasilan Orang Pribadi Dalam Negeri).

Menurut PP 46 Tahun 2013, PPh OPDN adalah pajak pusat di mana daerah mendapat bagi hasil dari penerimaan PPh Pasal 21, Pasal 25, Pasal 29 OP, dan PPh Final WP yang memiliki Penghasilan Bruto tertentu.

“Peranan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pendampingan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan PPh tersebut, sehingga penerimaan pajaknya dapat optimal dan bagi hasil yang diterima Pemerintah Kabupaten Sleman dapat optimal pula,” terang Harda.

Ia menuturkan, untuk target dan realisasi penerimaan Dana Bagi Hasil PPh Pasal 21, Pasal 25, dan Pasal 29 WP OPDN tahun 2014, yakni target Rp29.180.626.615, realisasi Rp31.842.116.322 atau 109,12 persen. Sementara target tahun 2015, Rp47.735.401.184.

Pendampingan

Kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka pendampingan, sambungnya, yakni Sosialisasi PPh dan Pajak daerah, perluasan basis pajak yang memiliki tempat-tempat usaha, pemanfaatan data dan informasi perizinan dan perpajakan dari Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah diberikan kepada Kanwil DJP DIY dan KPP Pratama Sleman.

Sementara outputnya, yakni daftar WP yang memiliki NPWP baru hasil ekstensifikasi; penggalian potensi dengan bedah WP, baik PPh maupun pajak daerah; optimalisasi kerja sama dalam validasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan PPh Final; serta tukar menukar data perpajakan antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan KPP Pratama Sleman.

“Harapannya, kegiatan pendampingan intensifikasi PPh di tahun berikutnya untuk pengelolaan perpajakan, baik pajak pusat dan daerah, dapat lebih optimal dan dana bagi hasil yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Sleman dari tahun ke tahun dapat meningkat, sehingga dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan daerah di Kabupaten Sleman,” jelas Harda.