AHC FK UGM Rintis Model Baru Sistem Pelayanan Kesehatan Terintegrasi

TERPADU - AHC FK UGM bekerja sama dengan lima rumah sakit dalam hal peningkatan layanan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan masyarakat. (Foto: Panoramio)
TERPADU – AHC FK UGM bekerja sama dengan lima rumah sakit dalam hal peningkatan layanan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan masyarakat. (Foto: Panoramio)

Sleman, JOGJADAILY ** Terobosan dilakukan Academic Health Center (AHC) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM). AHC FK UGM bekerja sama dengan lima rumah sakit di DIY dan Jawa Tengah dalam hal peningkatan layanan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Kelima rumah sakit tersebut adalah RS UGM, RSUP Dr Sardjito, RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro, RSPAU Dr Hardjolukito, dan RSUD Banyumas.

Kerja sama antar-rumah sakit jejaring diharapkan membentuk model baru sistem pelayanan kesehatan masyarakat terintegrasi. Karena, tidak semua rumah sakit memiliki teknologi alat kesehatan yang lengkap dan mutakhir. Tidak semua rumah sakit juga memiliki tenaga dokter spesialis yang dibutuhkan.

“Kita harapkan, adanya keterpaduan dalam hal organisasi, penelitian, dan mengatasi kebutuhan akan teknologi kesehatan dan SDM. Kesepakatan bersama ini memungkinan adanya mobilitas dokter,” ujar Ketua AHC FK UGM, Prof Budi Mulyono, seperti dirilis Humas UGM, Senin (23/3/2015).

Keterlibatan rumah sakit dalam integrasi pelayanan rumah sakit jejaring memungkinkan AHC FK UGM melakukan pendataan perkembangan teknologi dan kualitas SDM serta penelitian obat-obatan tertentu.

“Ada lembaga seperti AHC yang mengkaji semuanya. Jadi, rumah sakit bisa mengadopsi teknologi kesehatan terkini yang diperlukan,” ucap mantan Dirut RSUP Dr Sardjito tersebut.

Pertama Kali di Dunia

Model kerja sama antar-rumah sakit yang difasilitasi AHC FK UGM baru pertama kali terbentuk di Indonesia. Meski belum berpayung hukum kuat, lanjut Budi, pemerintah berencana membentuk 7 Academic Health System (AHS) yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap AHS membawahi sekitar minimal 10 rumah sakit.

“Saat ini, baru ada tiga. Selain FK UGM, ada di FKUI dan FK Unhas,” ungkapnya.

Belajar dari Amerika Serikat, pusat pengkajian pendidikan kesehatan masyarakat telah berdiri sejak 1960-an, meski baru berkembang mulai tahun 1990-an. Ada 100 lebih AHS di Amerika, sementara Belanda memiliki 75 AHS.

“Itu pun butuh 15 tahun bisa terbentuk dengan baik,” pungkas Budi.