Beranggotakan 125 IKM, Aspayo Bersiap Hadapi Pasar ASEAN

HADAPI MEA - Pimpinan PT YPTI Petrus Tedja Hapsara prototipe gamelan kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kalasan, Selasa (24/3/2015). (Foto: Humas DIY)
HADAPI MEA – Pimpinan PT YPTI Petrus Tedja Hapsara prototipe gamelan kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kalasan, Selasa (24/3/2015). (Foto: Humas DIY)

Kalasan, JOGJADAILY ** Adalah Asosiasi Pengusaha Aluminium Yogyakarta (Aspayo) yang kini beranggotakan 125 Industri Kecil dan Menengah (IKM). Sebagian besarnya memproduksi alat rumah tangga, aksesoris, presisi, dan bahan baku, serta melibatkan 825 tenaga kerja secara turun-menurun.

“Saat ini (kami) sedang berjuang untuk menjadi industri berstandar secara menyeluruh dengan menggandeng yayasan Dana Bhakti ASTRA (YDBA) dan IKM Alumunium Yogyakarta, sehingga IKM DIY setara dengan TEAR II di Astra Group,” ujar Ketua Aspayo, Bambang Cahyono, saat menyambut kunjungan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, meninjau IKM pengecoran logam alumunium di Giwangan, Selasa (24/3/2015).

Dirilis Humas DIY, kunjungan Gubernur kali ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan IKM dalam menghadapi pasar ekonomi ASEAN.

Bambang menjelaskan, IKM Aspayo mampu memproduksi beberapa suku cadang, seperti pepin, intake, manipol, monoarm, dan velg racing, berkapasitas 1000 piece per bulan. Selain itu, produk after market component, sparepart otomotif, serta substitusi komponen-komponen produk impor base metal berkapasitas 50 ton per bulan.

Gubernur DIY berharap, Aspayo bisa lebih jauh mengembangkan prestasi dengan mengubah pola pikir dan pola kerja tenaga kerja, hingga bisa menjadi salah satu vendor Astra Group.

“Memang tidak mudah mengubah pola pikir tenaga kerja. Namun, hal itu harus menjadi komitmen dari pemilik industri, apabila tidak ingin ditinggalkan masyarakat. Karena, sudah menjadi tuntutan zaman bahwa sebuah industri harus cepat menyesuaikan tuntutan teknologi,” kata Sultan.

Teknologi Pencipta Gamelan

Usai kunjungan Giwangan, Gubernur kemudian meninjau IKM PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (PT YPTI) di Kalasan Sleman. Sultan disambut Pimpinan PT YPTI Petrus Tedja Hapsara dan Bupati Sleman Sri Purnomo.

“Yogya Presisi Tehnikatama Industri berdiri tahun 1999 dengan pendiri 4 orang mantan karyawan PT Astra. Saat ini mempekerjakan 250 tenaga kerja dari sekitar Kalasan,” terang Petrus.

Sejak berdiri IKM ini telah mendapatkan penghargaan Upakarti 2013 dari Presiden SBY, ISO 9001 pada 2008, serta telah mempromosikan diri di beberapa pameran luar negeri, seperti Jerman dan Jepang.

YPTI bergerak di bidang produksi peralatan pabrik, seperti suku cadang kendaraan; peralatan cetak karpet mobil dan aksesoris, baik untuk Toyota maupun Daihatsu; serta sebagai kustomer berbagai perusahaan serta supplier-nya.

Gubernur DIY berharap, YPTI dapat mendesain dan menciptakan alat musik gamelan dengan teknologi canggih yang dimiliki.

Kejutan, karena Petrus kemudian menunjukkan gambar dan prototipe kenong yang tinggal menunggu proses terhadap larasnya. Tidak hanya seperangkat gamelan, YPTI ternyata bisa membuat kerangka beserta ukiran gamelan menggunakan alat canggih mereka.

“Ini yang saya tunggu. (Hal tersebut) menjawab tantangan sekolah-sekolah di DIY dalam mendapatkan gamelan sebagai implementasi keistimewaan Yogyakarta. Pembuatan gamelan secara manual membutuhkan waktu setahun, sedang sekolah-sekolah di DIY berjumlah ribuan. Harus menunggu berapa tahun, sekolah itu bisa mendapatkan gamelan dari pemerintah DIY?” ucap Sultan.