Camat Mantrijeron: Jogokaryan, Magnet Pemberdayaan Masyarakat Mantrijeron

Camat Mantrijeron, Ari Sudaryanto. (Foto: Arif Giyanto)
Camat Mantrijeron, Ari Sudaryanto. (Foto: Arif Giyanto)

Mantrijeron, JOGJADAILY ** Kampung Jogokaryan Kelurahan Mantrijeron adalah magnet bagi pengembangan potensi Kecamatan Mantrijeron. Masjid Jogokaryan berpengaruh besar pada dinamika Kampung Jogokaryan.

“Berawal dari aktivitas keagamaan yang berpusat di Masjid Jogokaryan, Kampung Jogokaryan berubah menjadi magnet bagi Kecamatan Mantrijeron. Untuk sampai begitu, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Butuh kerja keras selama bertahun-tahun,” ujar Camat Mantrijeron, Ari Sudaryanto, kepada Jogja Daily, Senin (16/3/2015), di kantornya.

Ia mengatakan, Masjid Jogokaryan berhasil melakukan pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan aktivitas keagamaan. Keberhasilan tersebut kemudian terus berkembang dan membuat Kampung Jogokaryan penuh kreasi dan dinamika.

“Takmir Masjid Jogokaryan sangat nasionalis. Setiap orang yang ingin belajar tentang Islam atau pengelolaan masjid, entah dari agama apa pun, senantiasa diterima dengan baik. Takmir tidak membeda-bedakan asal pengunjung masjid. Hal ini menjadi daya tarik besar untuk berinteraksi dengan jaringan eksternal masjid,” kata Ari.

Keguyuban, sambungnya, juga menjadi pilar utama keberhasilan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Masjid Jogokaryan.

“Misalnya saja, membedakan antara sedekah dan infak dengan pengalokasian yang tentunya berbeda. Jamaah biasa menyisihkan sedikit demi sedikit beras untuk kemudian disedekahkan ke masjid, lantas diberikan kepada yang berhak,” terangnya.

Sejauh ini, Ari menilai, aktivitas keagamaan yang dikelola dengan baik, akan berbuah pemberdayaan masyarakat produktif. Hal tersebut berdampak pada kesejahteraan warga yang akan terus meningkat.

Masjid Jogokaryan

Masjid Jogokaryan atau biasa disebut Masjid Jogokariyan, beralamat di Jalan Jogokaryan 36 Mantrijeron.

Visi masijd yang selalu dipenuhi jamaah tersebut adalah ‘Terwujudnya masyarakat sejahtera lahir batin yang diridhai Allah, melalui kegiatan kemasyarakatan yang berpusat di masjid’.

IKON - Masjid Jogokaryan menjadi ikon Kampung Jogokaryan, Mantrijeron, karena program pemberdayaannya. (Foto: Masjid Jogokariyan)
IKON – Masjid Jogokaryan menjadi ikon Kampung Jogokaryan, Mantrijeron, karena program pemberdayaannya. (Foto: Masjid Jogokariyan)

Misinya, menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, memakmurkan kegiatan ubudiah di masjid, menjadikan masjid sbg tempat rekreasi ruhani jamaah, menjadikan masjid tempat merujuk berbagai persoalan masyarakat, serta menjadikan masjid sebagai pesantren dan kampus masyarakat

Visi dan misi tersebut diturunkan dalam program kerja yang memasyarakatkan masjid dan memasjidkan masyarakat; membangun kelembagaan masjid yang profesional dalam karya dan ikhlas dalam niat; melaksanakan tertib administrasi, efisiensi, transparansi dalam anggaran.

Selanjutnya, mengembangkan seluruh potensi jamaah bagi kemakmuran masjid dan kesejahteraan jamaah; mengembangkan dakwah jamaah dan jamaah dakwah; pendekatan kesejahteraan dalam dakwah; menggarap dan membina generasi muda yang berjasad kuat, berwawasan luas, berjiwa marhamah, berprestasi, dan mandiri.

Masjid Jogokaryan juga membina keluarga jamaah yang sakinah sebagai benteng ketahanan umat, mengelola majelis taklim yang terencana dan terprogram untuk pemahaman Islam yang utuh, luas, dan sempurna; peningkartan kualitas ibadah dari segi syar’i maupun teknis, serta menggali sumber dana yang optimal tanpa harus memberi beban kepada jamaah.