Gubernur DIY: Among Tani Dagang Layar Adalah Sinergi Pengembangan Potensi Pantai Selatan

ATDL - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rabu (11/3/2015), saat kunjungan kerja ke Kulon Progo, menekankan kembali paradigma 'Among Tani Dagang Layar' . (Foto: Humas DIY)
ATDL – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rabu (11/3/2015), saat kunjungan kerja ke Kulon Progo, menekankan kembali paradigma ‘Among Tani Dagang Layar’ . (Foto: Humas DIY)

Kulon Progo, JOGJADAILY ** Paradigma ‘Among Tani Dagang Layar’ merupakan kesatuan kalimat yang memiliki arti kegiatan usaha pertanian dan kelautan secara simultan dan terintegrasi membentuk sinergi dalam pengembangan potensi pantai selatan DIY.

“Among Tani ke Dagang Layar bukan terjadinya perubahan fisik dari petani yang biasa mencangkul pindah ke perahu. Tapi pergeseran pola pikir bahwa potensi kelautan di bagian selatan DIY sudah waktunya menjadi bonus dalam menyejahterakan rakyat Yogyakarta. Jadi, stakeholder tidak hanya berpikir ke daratan,” ujar Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rabu (11/3/2015), saat kunjungan kerja ke Kulon Progo dalam rangka peningkatan kapasitas aparatur Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Lebih jauh, lanjut Sultan, perubahan paradigma tersebut didasarkan pada kecenderungan mengkhawatirkan terhadap usaha pertanian tradisional, antara lain terjadinya alih fungsi lahan setiap tahun, yakni kurang lebih 200 hektar lahan subur beralih fungsi.

“(Selain itu), tenaga kerja di bidang pertanian memiliki pemasukan yang paling rendah dibandingkan sektor lain. Penyerapan tenaga kerja di bidang pertanian terus menurun tiap tahun, serta generasi muda perdesaan enggan terjun ke bidang pertanian,” terang Gubernur.

Dalam paparan bertema besar ‘Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Keistimewaan Yogyakarta’, Gubernur DIY menyampaikan sembilan renaisans yang dimanifestasikan dalam slogan gerakan ‘Jogja Gumregah’, yaitu bidang pendidikan, pariwisata, teknologi, ekonomi, energi, pangan, kesehatan, keterlindungan warga, serta tata ruang dan lingkungan.

Acara dilangsungkan di Gedung Pacar Kulon Progo dan mengundang kurang lebih 400 pejabat eselon IV sebagai peserta dengan tema acara ‘Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo’.

Lima Serba

Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, bertekad mewujudkan keistimewaan DIY dalam ‘lima serba’ yang sesuai visi Kulon Progo 2011-2016.

Pertama, yaitu serba-prima dalam melayani masyarakat. Kedua, serba-jujur dan bersih dalam penyelenggaraan program dan pemerintahan. Ketiga, serba-mandiri dan unggul, terutama dalam penyediaan sandang pangan dan papan. Keempat, serba-damai dan aman dalam kehidupan. Kelima, serba-iman dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Acara yang dibuka dengan Tari Suryo Kiskendo ini menghadirkan Dosen FEB UGM Eko Suwardi sebagai pembicara kedua, serta Den Baguse Ngarso sebagai moderator. Turut hadir dalam acara ini, Sekda Kulon Progo, para Asisten Sekda Kulon Progo, serta perwakilan DPRD Kulon Progo.