Gubernur DIY Dukung Gedangsari sebagai Sentra Batik Gunungkidul

FANTASTIS - Peragaan busana batik karya SMK Negeri 2 Gedangsari beberapa waktu lalu. (Foto: Emje Shop)
FANTASTIS – Peragaan busana batik karya SMK Negeri 2 Gedangsari beberapa waktu lalu. (Foto: Emje Shop)

Gunungkidul, JOGJADAILY ** Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan dukungannya pada rencana Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk menjadikan Kecamatan Gedangsari sebagai sentra batik Gunungkidul. Sebutan ‘Yogyakarta Kota Batik Dunia’ oleh World Crafts Council pada 2014 akan semakin kukuh.

“Berbagai kajian akademis dan penelitian empiris telah membuktikan keabsahan tesis bahwa pendidikan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi. Pendidikan bukan saja melahirkan SDM berkualitas, tetapi juga menumbuhkan iklim yang sehat dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi,” ujar Gubernur DIY saat bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Rasyid Baswedan, meresmikan Gedung SMK Negeri 2 Gedangsari Jurusan Tata Busana Butik Batik di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Kamis (5/3/2015).

SMK Negeri 2 Gedangsari Jurusan Tata Busana Butik Batik memperoleh bantuan dari PT. Astra Internasional Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra.

“Investasi di bidang pendidikan tidak saja berfaedah bagi perseorangan, tetapi juga komunitas bisnis dan masyarakat. Atas kepedulian pembinan dan bantuan PT Astra International Tbk, dengan penuh rasa syukur saya mengucapkan terima kasih,” kata Sultan.

Sementara itu, Anies Baswedan mengatakan, masih ada kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia usaha, sehingga perlu didekatkan antara lain dengan model pengembangan pendidikan SMK yang diselaraskan dengan kondisi daerah setempat.

“Pengembangannya akan berbeda misalnya di Kalimantan Timur pengembangan anyaman, Bogor pertanian. Jadi, disesuaikan potensi daerah-daerah. Kualifikasi guru juga harus ditingkatkan, target kualifikasi sekarang ini 7, tetapi kenyataannya baru mencapai 4,6,” terang Anies.

Penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita dilakukan Anies Baswedan, didampingi Gubernur DIY, Bupati Gunungkidul Badingah, Direktur Astra Tbk Djoko Pranoto, dan perwakilan yayasan Astra Michael D. Ruslim Trisni Puspaningtyas.

DIY Kota Batik Dunia

Selain unggul dalam proses produksi, DIY dipandang pantas menyandang predikat Kota Batik Dunia lantaran faktor sejarah. Selain memiliki dasar sejarah yang kuat, DIY dipandang mampu menjalankan perdagangan batik hingga saat ini. Para pelaku seni dan pengrajin batik di Jogja mempunyai kemampuan untuk menjalankan roda ekonomi.

Sultan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan langkah nyata pelestarian batik, salah satunya dengan mengenakan batik dalam kehidupan sehari-hari. Regenerasi pengrajin batik menjadi perhatian penting dalam rangka mempertahankan produktivitas dan kualitas batik tulis.

Direktur UGM Press, Harni Dwi Pranowo, mengatakan pentingnya kesatuan tekad antara pemerintah, masyarakat, pelaku industri, hingga akademisi untuk mendukung predikat Kota Batik Dunia.