Jogja Gumregah, Menjemput Masa Depan Jogja dengan Nilai Luhur Para Pendahulu

HORMAT LELUHUR - RM Donny Surya Megananda saat Festival Museum 2013. (Foto: Tembi.net))
HORMAT LELUHUR – RM Donny Surya Megananda saat Festival Museum 2013. (Foto: Tembi.net))

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Sore ini, Sabtu (7/3/2015), menjadi momentum penting bagi masyarakat Yogyakarta. Pada pukul 15.00 hingga 18.00, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menyampaikan pidato ‘Jogja Gumregah’ untuk merayakan peringatan Jumenengan Sultan ke-26, di Pagelaran Kraton Yogyakarta.

Jumenengan kali ini dikemas sekaligus meluncurkan brand baru ‘Jogja Istimewa’ dan diramaikan dengan karnaval Pisowanan Agung Rakyat Jogja Istimewa.

Tokoh budaya Yogyakarta, RM Donny Surya Megananda, mengatakan, perhelatan Jogja Gumregah menonjolkan ‘gerakan budaya’ bukan hanya event biasa.

“Sebenarnya inti dari renaisans (Jogja) adalah pemikiran bahwa semua harus berlandaskan pada budaya tradisi,” ujar Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Asosiasi Museum Indonesia kepada Jogja Daily, Jumat (6/3/2015), di Yogyakarta.

Pengurus Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta tersebut menjelaskan, Keistimewaan Jogja bukan sekadar barang kuno, bukan hal yang sekarang tidak boleh diapa-apakan, tapi lebih pada pemikiran dasar dari diri untuk memilah hal apa yang bermanfaat dan baik, serta mana yang sebaliknya.

“Menurut saya, kita ini sudah diwarisi pemikiran pendahulu kita yang luhur. Kita ini istimewa dalam arti para orang-orangnya. Istimewa misalnya (tampak) pada konsep memayu hayuning bawana; mempercantik perempuan (Jogja) yang sudah cantik dari sananya,” terang Museum Director Museum Wayang Kekayon Yogyakarta ini.

Partisipasi Kesenian

Kabarnya, acara akan dimeriahkan lebih dari tiga ribu peserta karnaval. Peserta menjadi satu di kawasan Malioboro. Sekira 60 elemen masyarakat, kesenian tradisi, bregada rakyat, dan marching band dari universitas pilihan se-DIY akan tampil.

Logo brand baru Jogja Istimewa. (Foto: Jogjaprov.go.id)
Logo brand baru Jogja Istimewa. (Foto: Jogjaprov.go.id)

Tak ketinggalan, Reog Wayang, Marching Band UPN, Jathilan Putri Sekar Arum, Bregada Nitimanggala, Teater Smero, Barongan Beksa Kridha Budaya, dan Thethek Cahyo Budaya.

Partisipasi datang pula dari Kubro Siswa Surya Mudho, Marching Band Universitas Atma Jaya, Bregada Kismo Kuncoro, Marching Band UNY, Jathilan Mudha Utama dan Jathilan Turonggo Mudha Budaya.

Turut pula Paskibraka DIY, Marching Band UGM, Jathilan Langen Kudho Budaya, Bregada Wiramanggala, dan Bregada Egrang.

Peserta dari Kulonprogo, yakni Topeng Ireng, Reyog, Rampak Buto, Angguk Sri Panglaras, Beksa Yaksa Sapu Jagat, serta Bregada Putri Condrosasi Bantul.