Kembangkan Pariwisata, Kadin Aures Batna Aljazair Gandeng Kadin DIY

SISTER KADINDA - Kuasa Usaha a.i RI Alger, Ida Susanty Munir, bersama Pimpinan Kadin Aures Provinsi Batna, menjelang penandatanganan MoU Sister Kadinda antara Kadin Aures Batna dengan Kadin DIY. (Foto: KBRI Alger)
SISTER KADINDA – Kuasa Usaha a.i RI Alger, Ida Susanty Munir, bersama Pimpinan Kadin Aures Provinsi Batna, menjelang penandatanganan MoU Sister Kadinda antara Kadin Aures Batna dengan Kadin DIY. (Foto: KBRI Alger)

Aljazair, JOGJADAILY ** Pada kunjungan Kadin Aures Batna ke Indonesia, 14-22 April 2015, akan ditandatangani Memorandum Kesepahaman (MoU) Sister Kadinda antara Kadin Aures Provinsi Batna Aljazair dengan Kadin Daerah Istimewa Yogyakarta. Kerja sama tersebut difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Alger.

Dirilis KBRI Alger, delegasi Batna akan dipimpin Ketua Umum Kadin Aures Batna, Toumi Abdelkader, didampingi sekitar 20 pengusaha dari berbagai bidang usaha, terutama sektor pertanian dan pariwisata.

Delegasi Kadin Batna direncanakan berwisata ke Candi Borobudur dan Candi Prambanan, serta mengunjungi sentra industri kerajinan tradisional Yogyakarta. Rombongan juga akan berwisata ke Pulau Bali.

Selain itu, delegasi dijadwalkan mengikuti Asia-Africa Business Summit di Jakarta dan melakukan pertemuan dengan Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Badan Pengembangan Penanaman Modal (BKPM) Indonesia di Jakarta, terkait iklim dan peluang investasi di Indonesia.

Pada pertemuan di Gedung Kebudayaan Provinsi Batna, Toumi Abdelkader, mengungkapkan kegembiraannya, karena Kadin Aures Batna berhasil merealisasikan keinginan rencana kerja sama Sister Kadinda dengan Kadin Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia sangat berharap dapat menimba ilmu dan pengetahuan dari Indonesia yang telah maju dalam bidang pengembangan ekonomi, perdagangan, industri, dan pariwisata.

Toumi ingin membangun kerja sama karena ada beberapa sektor yang perlu dikembangkan, seperti sektor pariwisata dan pertanian. Provinsi Batna memiliki kawasan pariwisata cukup terkenal di Aljazair dengan peninggalan situs romania ‘Timgad’.

Setiap tahunnya, diselenggarakan festival musik internasional di Aljazair. Banyak tokoh musik dan grup musik dari Eropa dan Arab diundang untuk mengikuti festival tersebut. Di sektor pertanian, Provinsi Batna merupakan penghasil apel dan aprikot terkemuka di Aljazair.

Potensi Kerja Sama

Mempersiapkan pembahasan penandatanganan MoU kerja sama Sister Kadinda, Kuasa Usaha a.i RI (KUAI RI) Alger, Ida Susanty Munir, berkunjung ke Kota Batna memenuhi undangan Ketua Umum Kadin Aures Provinsi Batna.

Rombongan kemudian diajak berkeliling mengunjungi sentra pertanian buah apel dan aprikot serta pabrik N’Gaous, pabrik minuman jus terbesar di Provinsi Batna. Toumi Abdelkader berharap dapat mengekspor hasil-hasil pertanian itu ke Indonesia.

KUAI RI menuturkan, Kadin DIY telah memberikan respons positif terhadap keinginan Kadin Aures Batna dan telah siap menerima delegasi Kadin Batna untuk segera dapat dilakukan pembicaraan pembentukan Sister Kadinda.

Indonesia merupakan mitra Aljazair, sejak negara tersebut belum meraih kemerdekaan. Konferensi Asia-Afrika di Bandung 1953 menjadi saksi sejarah persaudaraan Aljazair dan Indonesia yang dibentuk oleh perjuangan kemerdekaan.