#KitaMorotai, Program KKN UGM Majukan Pendidikan Pulau Morotai Maluku Utara

PEDULI MOROTAI - Sebagian tim #KitaMorotai berpose dalam sebuah pertemuan. (Foto: #KitaMorotai)
PEDULI MOROTAI – Sebagian tim #KitaMorotai berpose dalam sebuah pertemuan. (Foto: #KitaMorotai)

Sleman, JOGJADAILY ** Bila Anda kolektor pernak-pernik Perang Dunia II, Anda tentu mengenal Pulau Morotai. Pulau ini menjadi pangkalan perang sekutu pimpinan Amerika Serikat untuk mengalahkan Jepang.

Sebuah gerakan berbasis komunitas non-profit diinisiasi mahasiswa yang akan mengabdi pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kepulauan Morotai, Juli 2015 nanti, bertajuk #KitaMorotai.

“Salah satu programnya concern dalam pendidikan. Tujuannya agar kita bersama dapat melakukan aksi nyata dan berkelanjutan untuk membangun pendidikan di sana dengan cara supply buku dan pembangunan rumah baca,” ujar salah satu peserta KKN, Nurastuti Diah, kepada Jogja Daily, Kamis (19/3/2015) di Fakultas Kedokteran Gigi UGM.

Nura, begitu ia biasa dipanggil, menjelaskan, Pulau Morotai merupakan susunan kepulauan di Provinsi Maluku Utara yang lokasinya berkedekatan dengan Pulau Halmahera. Kini, Kepulauan Morotai resmi menjadi kabupaten definitif baru bernama Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.

“Kepulauan Morotai sendiri merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia yang memiliki potensi sumberdaya alam cukup melimpah. Jarang diketahui banyak orang, namun Morotai yang khas akan pariwisata bawah lautnya menyimpan jutaan peninggalan sejarah peninggalan Perang Dunia Kedua. Keindahan Morotai dengan segudang sejarah dari Perang Dunia II membuatnya dijuluki sebagai Mutiara di Bibir Pasifik,” jelasnya.

Meski demikian, sambung Nura, sejuta keindahan yang dimiliki Pulau Morotai tidak sebanding dengan buruknya pendidikan di sana. Apabila dibandingkan dengan kondisi pendidikan di Pulau Jawa, sangat terlihat ketimpangannya, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

“Pulau Kolorai yang merupakan bagian dari Kepulauan Morotai hanya memiliki 1 unit Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah kelas sebanyak 5 ruang dan 1 unit Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang hanya memiliki 2 ruang kelas,” ungkap Nura.

Ia menuturkan, kualitas bangunan tersebut sangat minim dan tidak dilengkapi fasilitas selayaknya sekolah di Pulau Jawa. Tenaga pengajar juga cukup rendah. Satu unit SD hanya memiliki 5 guru dan satu unit SMP hanya memiliki 3 guru.

“Desa lain yang termasuk dalam Kepulauan Morotai, yaitu Desa Poporoco, juga mengalami hal serupa. Desa Poporoco hanya memiliki 1 unit Sekolah Dasar (SD) dan hanya memiliki tenaga pengajar sebanyak 2 guru,” ucapnya.

Menurutnya, satu hal paling penting di Morotai kini adalah perpustakaan dan sarana penyediaan buku bagi para siswa. Desa Poporoco dan Pulau Kolorai tidak memiliki satu pun perpustakaan.

Sumbangan Buku

#KitaMorotai juga menerima sumbangan buku, alat tulis, dan dana pembangunan rumah baca di Morotai untuk menyalakan kembali harapan mereka. Buku apa pun dapat didonasikan, termasuk buku pelajaran dari SD hingga SMA/SMK.

Apabila Anda berminat mengirimkan buku, bisa dikirimkan ke dua Dropbox di Jakarta dan Yogyakarta.

Untuk pengiriman di daerah Jogja, Dropbox tersedia di Jalan Pogung Lor No. 440 RT 4 RW 46 Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, dengan Kode Pos 55284 dan kontak person Fajar Sidik (085692637289).

Sementara untuk pengiriman donasi di Jakarta bisa dilakukan ke alamat Perumahan Permata Timur 1 blok K7, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, dengan Kode Pos 13450 dan kontak person Brahmastra Bayang Sambadha (081212357735).

Jika ingin mengirimkan donasi dalam bentuk bantuan dana bisa melalui Rek BNI 0373556020 a.n Juwita Perwitasari. Sebelum pengiriman, Anda bisa melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke narahubung di LINE (olghahaq) atau 085313108181 agar mempermudah pendataan donasi.

“Mari bergerak! Wujudkan impian teman-teman di Morotai dengan membangun Rumah Baca agar mereka bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak. Kami percaya perubahan akan diwujudkan jika bukan aku, kamu, tapi kita semua sama-sama bergerak. Bantuan sekecil apa pun, termasuk sounding gerakan ini akan sangat berarti. Mari kita sama-sama bangun Indonesia dari ujung hingga tepi. Karena kita adalah Morotai, dan Karena Morotai adalah Indonesia,” tegas Nura.

Anda dapat berpartisipasi melalui Instagram/Twitter/ask.fm, twitter @kitamorotai, dan email [email protected]