Laksanakan Catur Dharma Perguruan Tinggi, UII dan Pemkot Yogyakarta Tanda Tangani MoU

KERJA SAMA - Asisten Bidang Administrasi Umum Sekda Kota Yogyakarta, MK Poncosiwi, dan Rektor UII, Harsoyo, sepakat bekerja sama dalam pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, di Kantor Walikota Yogyakarta, Senin (30/3/2015). (Foto: Humas UII)
KERJA SAMA – Asisten Bidang Administrasi Umum Sekda Kota Yogyakarta, MK Poncosiwi, dan Rektor UII, Harsoyo, sepakat bekerja sama dalam pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, di Kantor Walikota Yogyakarta, Senin (30/3/2015). (Foto: Humas UII)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Beberapa masalah Kota Yogyakarta adalah tingginya angka kemiskinan, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan pelecehan seksual pada anak-anak. Pemerintah Kota Yogyakarta berharap pada peran perguruan tinggi untuk membantu penurunan angka kemiskinan dengan program-program terukur.

“Ada banyak masyarakat yang miskin-renta. Terkadang, kami tidak bisa menjangkau. Harapannya, dengan masuknya Universitas Islam Indonesia, bisa diukur. Sebelum ada UII, angkanya berapa, dan setelah UII masuk jadi berapa. Kalau begitu kan bagus, yang miskin-miskin bisa berkurang,” ujar Asisten Bidang Administrasi Umum Sekda Kota Yogyakarta, MK Poncosiwi, di Kantor Walikota Yogyakarta, Senin (30/3/2015).

Ia menjelaskan, peningkatan fungsi keluarga dan agama menjadi perhatian Pemerintah Kota Yogyakarta, mengingat semakin tingginya kasus KDRT dan pelecehan seksual terhadap anak-anak.

“Kita ingin mengembalikan fungsi keluarga dan agama untuk memperbaiki perilaku dan menjaga anak-anak dari pelecehan seksual,” ucap Poncosiwi, seperti dirilis Humas UII.

UII dan Pemerintah Kota Yogyakarta sepakat bekerja sama dalam pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi. Beberapa poin yang disepakati adalah kerja sama dalam bidang pengabdian masyarakat, seperti yang sebelumnya dilaksanakan di beberapa daerah di Kota Yogyakarta, yakni program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Di samping itu, kerja sama juga meliputi aspek dakwah islamiah dan program pemberdayaan masyarakat lain.

Pembinaan Keluarga

Rektor UII, Harsoyo, menuturkan, di bidang dakwah islamiah, terdapat beberapa program yang dapat dilakukan UII, seperti menjalin kerja sama dengan para pemilik kos untuk memberikan pembinaan keagamaan kepada mahasiswa yang tinggal di kos.

Di samping itu, masyarakat umum dapat berkonsultasi permasalahan keluarga kepada Pusat Studi Anak dan Keluarga (PUSKAGA) yang dimiliki UII.

“Di tempat kami, ada Pusat Studi yang khusus menangani anak dan keluarga. Siapa pun bisa, kalau mau menitipkan anak atau berkonsultasi,” terang Harsoyo.

Wakil Rektor III UII, Abdul Jamil, menambahkan, kegiatan dakwah islamiah dapat berupa penyediaan tenaga dai untuk menjadi penceramah di masjid-masjid.

“Kami juga memiliki lembaga yang dapat membantu masyarakat yang memiliki masalah hukum, termasuk KDRT tadi. Bahkan kalau yang melaporkan itu tidak mampu dari segi finansial, kami akan bantu,” tegas Jamil.

Sebelumnya, Rektor UII telah melakukan audiensi dengan Gubernur DIY serta beberapa Pimpinan Daerah DIY, seperti Walikota Yogyakarta, Bupati Sleman dan Bupati Bantul. Audiensi tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi dan menjajaki kemungkinan kerja sama antara UII dan Pemerintah DIY dan Pemerintah Daerah.