Pantai Wediombo Gunungkidul, Buah Sinergi Konservasi dan Kesejahteraan

KAWASAN KONSERVASI - Pantai Wediombo Gunungkidul dikenal memiliki ikan besar, air lautnya jernih, dan karakter pantainya landai. (Foto: Rizkykurnia19 Blogspot)
KAWASAN KONSERVASI – Pantai Wediombo Gunungkidul dikenal memiliki ikan besar, air lautnya jernih, dan karakter pantainya landai. (Foto: Rizkykurnia19 Blogspot)

Gunungkidul, JOGJADAILY ** Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mencadangkan kawasan perairan Wediombo dan sekitarnya sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah dengan jenis Suaka Alam Perairan yang terdiri dari 192,79 Ha kawasan daratan dan 3.195,67 Ha kawasan perairan dengan total 3.388,46 Ha.

Penetapan kawasan konservasi perairan merupakan salah satu upaya untuk melindungi sumberdaya hayati perairan laut, termasuk di dalamnya sumberdaya ikan dari kepunahan. Upaya penetapan kawasan konservasi perairan dimulai dengan melakukan identifikasi, penilaian calon kawasan konservasi, pencadangan kawasan konservasi perairan, dan penetapan kawasan konservasi perairan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.

Kawasan Pantai Wediombo terletak di Desa Balong dan Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, atau sekira 28 km tenggara Kota Wonosari. Pantai tersebut memiliki teluk bertebing terjal, berpasir putih, tersusun oleh pasir vulkanis dan pasir organis. Batuan vulkanis dan gamping juga ada di sana, dengan morfologi tebing sangat curam berketinggian sekitar 25-50 meter.

Menurut catatan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Pantai Wediombo tersusun oleh batuan riolit dan andesit yang merupakan fasies gunungapi. Pada ujung Teluk Wediombo tersusun aliran lava andesitic yang ditumpangi tuf.

Ada kubah lava gunungapi pada bagian barat Teluk Wediombo dan disekitarnya terdapat leher gunungapi (volcanic neck).Teluk Wediombo bentuknya menyerupai setengah lingkaran, diperkirakan bekas kawah gunung api yang tenggelam di bawah muka air laut.

Pantai Wediombo mempunyai keanekaragaman hayati perairan yang sangat kompleks, mulai dari jenis ikan sampai dengan mollusca, colenterata, crustacean, berbagai jenis ikan hias, udang barong. teripang, kerang, bulu babi dan rumput laut, dan juga merupakan tempat penyu bertelur.

Teluk Wediombo merupakan daerah pengasuhan (nurshery ground) yang cukup baik bagi ikan dan binatang air lainnya.

Dukungan Warga

Dijadikannya Perairan Teluk Wediombo sebagai kawasan konservasi perairan mendapat dukungan warga sekitar, karena tidak mematikan akses warga dalam memanfaatkan potensi sumberdaya ikan dan kelautan yang ada.

Pantai Wediombo kini telah dikembangkan sebagai daerah wisata. Panorama alamnya sangat indah dengan pasir putih dan batu-batu vulkanik besar yang terendam di tepi pantai. Akses jalan menuju pantai dibangun, memungkinkan tempat ini ramai dikunjungi wisatawan pada hari-hari libur.

Selain sebagai tempat wisata, Pantai Wediombo juga dijadikan sebagai tempat pendaratan ikan.

Rumput laut dapat ditemui di Perairan Wediombo yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut dapat hidup di atas substrat pasir atau karang mati dan tumbuh mulai dari batas surut terendah sampai batas kedalaman di mana sinar matahari masih efektif untuk fotosintesis. Rumput laut hidup sebagai fitobenthos dengan menancapkan atau melekatkan dirinya pada substrat, pasir, karang, fragmen karang mati, dan batu.

Dengan ditetapkannya Perairan Teluk Wediombo sebagai kawasan suaka alam perairan, pemanfaatan dan akses warga diatur sedemikian rupa, sehingga hak-hak warga tidak dimatikan, sementara fungsi kawasan konservasi pun berjalan.